Berlian mematut dirinya di depan kaca wastafel. Mencuci tangan sembari memikirkan Damar yang ia lihat kemarin di rumah sakit. Berlian belum sempat menanyakannya, Berlian juga merasa bahwa ia tidak berhak untuk bertanya apa pun perihal Damar setelah apa yang ia lihat menyakiti hatinya. "Kak Berlian!" Berlian tersadar dari lamunannya ketika suara seseorang membuatnya terkejut. Berlian mengerjapkan mata, memastikan bahwa ia tidak salah lihat. "Kenapa?" balas Berlian ketika ia yakin bahwa di hadapannya benar-benar Reni. "Aku mau ngomong sama Kakak." "Soal?" Berlian mengangkat kedua alisnya menatap Reni. Kini Reni berani menatap Berlian dari atas hingga bawah. Reni maju selangkah untuk lebih dekat dengan Berlian. Reni melihat keadaan kamar mandi sekolah yang sepi. Dia menarik napas sebelum

