Epilog

367 Kata
Stella sedang membuat kue di dapur dibantu Bi Asih dan Nina ketika Gerald pulang tapi Stella tidak menyadarinya. Gerald memberi isyarat pada kedua asisten rumah tangganya itu untuk keluar dari dapur. Dipeluknya dan dikecupnya leher Stella dari belakang sehingga membuat istrinya itu terkejut. “G ... kamu sudah pulang?” Stella melap tangannya dan berbalik merangkul Gerald lalu mengecup bibirnya. “I love you, Sweety.” Gerald membalas ciuman Stella. “I love you too, G.” “Bagaimana keadaan babynya, Sweety?” tanya Gerald sambil mengelus perut Stella yang sudah membesar. “Dia baik-baik aja, Sayang,” jawab Stella. “Daddy ... you’re home.” Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun berlari menghampirinya dan melompat ke arah Gerald. Gerald menangkapnya lalu menggendongnya. “Ya, karena Daddy merindukanmu dan Mommymu.” Gerald mencium putranya lalu melirik ke arah Stella. “Gombal,” gumam Stella. “Dad, Aku mau ice cream tapi Mom ....” Anak itu melirik ke arah Stella yang sedang menatapnya. Gerald sedikit memiringkan kepalanya meminta penjelasan dari Stella. “Itu karena Russel tidak mau makan, Sayang,” jelas Stella. “Kenapa kau tidak mau makan?” tanya Gerald sambil menatap putranya. “Aku bosan, Dad. Mom tidak pernah membawaku makan di luar.” Russel mengerucutkan bibirnya. “Aku tidak berani mengajaknya keluar tanpa kamu, G. Bagaimana aku harus mengejarnya jika dia berlari,” ujar Stella. “Aku mengerti, Sweety.” Gerald mengelus wajah Stella. “Kau ingin makan di luar, Russ? Sekarang pergilah mandi, minta Bi Nina memandikanmu, oke,” perintah Gerald pada putranya. “Asyik ....” Russel pun berlari menuju kamarnya. “Biarkan Bi Asih yang mengantikanmu di dapur, Sweety. I miss you,” bisik Gerald dan kembali memeluk Stella. “Aku juga kangen kamu, G.” Stella membenamkan kepalanya dalam pelukan Gerald. Pernikahan yang semula terjadi karena perjanjian akhirnya menjadi pernikahan yang sempurna. Bahkan kebahagiaan mereka pun bertambah sempurna setelah kehadiran Russel dalam hidup mereka dan saat ini mereka sedang menantikan kehadiran seorang putri di tengah-tengah mereka. ======= SELESAI ======== Terima kasih untuk pembaca yang setia telah membaca karyaku ini dan terima kasih juga untuk yang sudah memberikan hati pada karya ini. Terima kasih juga pada Kak Agustini Yuliani dengan commentnya.??
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN