“Sayang ada apa denganmu?” Ibu Felove membelai punggung putrinya untuk menenangkannya. “Biarkan aku begini sebentar bu, jangan tanyakan apapun padaku!Hiks,” Felove terus menangis. Ibunya terus membelai putrinya hingga Felove benar-benar lega. “Baiklah, ibu tidak akan bertanya. Legakan hatimu sayang!Kamu sudah benar kembali kerumah disaat kamu terluka atau kamu ada masalah,” “Terimakasih, Ibu.” Jawab Felove yang masih menangis. Dua bulan kemudian, Felove sudah lebih tenang dia telah melepas cincin lamarannya dan dia sengaja mengganti nomor dan benar-benar melupakan Marel. Dia telah memutuskan untuk menjual satu resep ke perusahaan Magezone, agar banana coffeenya tetap bisa di jual di perusahaan tersebut walaupun dia telah mengundurkan diri. Felove mulai bangkit dengan uang yang masih

