“Lepaskan Marel!Kamu tidak memakai apapun bagaimana aku bisa membuka mataku?” Felove terus memalingkan wajah ke arah lain masih memejamkan matanya. Marel semakin tertawa, “Aku masih memakai celanaku, aku hanya terlalu panas semalam dan membuka bajuku, Apa kamu tidak pernah melihat pria tanpa busana?” Marel semakin menggoda Felove. “Tidak pernah, Cukup, Jangan bercanda sudah siang! Kamu harus mandi, banana coffeemu akan dingin nanti,” Felove masih belum bisa beranjak dari tempatnya. Marel melepaskan tubuh Felove begitu saja setelah mengecup pipi kekasihnya itu, “Cup” “Marel!” Felove berteriak sangat geram setelah Marel mencium pipinya, dia langsung berdiri dan membetulkan pakaiannya yang berantakan karena ulah Marel. Marel terkikih melihat Felove malu bukan kepalang sambil membelakangi

