“Apa yang kamu lihat kak Zen?” tanya Felove masih berdansa dengan Kak Zen. “Kamu cantik, terimaksih sudah mau datang ke pesta ulang tahunku!” jawab Zen masih menikmati kebersamaannya bersama Felove. “Sama-sama kak, selamat ulang tahun. Maaf kak aku tidak sempat membeli sebuah hadiah,” “Kamu datang sudah menjadi hadiah terindah buatku, Felove,” Felove hanya mampu tersenyum, dia menyadari ada sesuatu yang aneh dari tatapan Zen dihadapannya saat ini. Felove tampak canggung saat bergerak, musik berganti lebih rancak dari sebelumnya. Felove yang dalam posisi melempar tanganya di raih oleh Marel, Marel menggantikan posisi Zen untuk berdansa dengan Felove. Hingga musik itu berubah menjadi musik tanggo, Felove dan Marel terlihat sangat luwes saat berdansa bahkan hampir dibilang seperti penari

