BAB 36

331 Kata

BAB 36 TIDAK ada yang lebih pahit daripada kehilangan. Bersama luka yang mendera, rasanya Ratu tak ingin lagi berpijak pada semesta. Kenapa kehilangan harus segaris dengan kata pertemuan? Apa setiap perkenalan akan mengenal kata pengakhiran. Apa tidak ada yang lebih baik daripada meninggalkan? Ratu berpegang kuat pada tangga. Ia terduduk lemas. “Enggak boleh nangis.” Tangan lelaki itu menyentuh pipi Ratu, menyeka air mata gadis tersebut, kemudian Ratu mendongak, mendapatkan senyum manis yang tulus tersebut. Ratu kembali terisak. “CHANDRA!” Ia segera berdiri, memeluk sosok lelaki yang sudah berdiri kokoh di hadapannya, Chandra membalas pelukan Ratu erat. “Lo harus tahu kalau Adrian itu selamat! Adrian enggak pergi!” Seru Ratu. Chandra mengangguk. “Iya, Ratu jangan nangis lagi ya, Chand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN