BAB 35 SATU per satu semua orang yang memakai pakaian serba hitam itu pergi, meninggalkan seorang gadis yang masih terduduk lemah memeluk nisan di depannya. “Revan, Kevan kita pulang yuk, gue nggak kuat di sini terus,” bisik Deno pada mereka. Revan dan Kevan mengangguk. “Gue juga enggak habis pikir kenapa secepat itu dia pergi ninggalin kita semua.” Ketiganya pun pergi meninggalkan pemakaman yang masih basah dan tertabur bunga di atasnya. Air mata Ratu bergelinangan. Beberapa hari ini Ratu menghabisi air matanya cukup banyak. Tubuh Ratu sudah tak bertenaga lagi karena dia selalu menangis. Takdir begitu jahat untuknya kali ini. “Lo jahat! Gue enggak mau kenal sama lo lagi!” Ratu terisak kembali, beberapa kali ia memukul tanah kuburan yang masih basah tersebut. Tara, Reno, Andine, dan

