Li Zuzu "Ranran! Apa yang terjadi pada mu? Ayo cepat ikut dengan ku!" ucap khawatir nya bergegas membawa Ranran pergi kerumah nya.
Sesampai di rumah Li Zuzu Ranran pun menceritakan kronologis, saat ia di usir oleh pamannya.
"Dasar anak nakal! sudah ku bilang saat kau di usir lagi ingat lah pulang ke kerumah ku! kau malah ke taman! kau pikir aku tak sanggup menampung mu apa?" ujar kesal Li zuzu langsung memukul kepala Ranran.
Leu Ranran "Huhuhuhu.. Li Zuzu apa yang harus ku lakukan fo.. foto ayah dan ibu sudah hancur, hanya ini kenangan mereka satu satu nya yang ku punya!" ucap nya yang masih menangisi foto yang sudah hancur itu.
"Hah.. Sudah lah jangan menangis lagi, nanti ku coba perbaiki, kau bersihkan saja badan mu! oh iya aku keluar dulu untuk membeli obat luka mu, jangan kemana mana ingat!" Ucap nya yang terdengar sangat mengkhawatir kan Ranran karna hanya Ranran lah satu satu nya keluarga bagi nya.
15 menit kemudian setelah Ranran selesai membersihkan badan.
"Bodoh nya aku tidak membawa barang apa pun! Hanya foto itu dan.. Eh? Sapu tangan ini? Aishh.. apa aku terlalu jahat kepada pria itu, dia kan sudah membantu ku! tapi siapa suruh mengatai ku jelek!" Gerutuan Ranran sembari melempar Sapu tangan itu ke bawah kolong kasur tanpa melihat nama pemilik nya.
Li Zuzu "Ranran ngomong ngomong siapa pria tadi? Aku hanya melihat bahu nya saja? apa dia pacar mu? mengapa kau tak bilang pada ku, kau punya pacar!" ucap nya sembari memberi obat pada luka di tangan Ranran.
Leu Ranran "Eh? mana ada! aku kan tidak memiliki pacar!" ucap cepat nya yang terdengar murung itu.
Li Zuzu "Iya juga mana ada pria yang mau dengan mu Hahaha.. canda canda jangan bawa bawa ke hati." ujarnya sembari Terbahak bahak.
"Sesenang itu kah! Lihat saja aku akan mencari lelaki yang tidak bisa kau bayang kan! Huhh!" gerutuan Ranran.
"Hahaha.. Maaf maaf, sudah jangan di paksakan Anak seperti mu bagaimana bisa merayu pria! merayu kucing saja malah di cakar! Bukan kah kau sudah memiliki tunangan dengan tuan muda keluarga Zu?" ujar Li Zuzu.
Leu Ranran "Akuu.. dia bukan lagi tunangan ku! Dia sudah bertunangan dengan Sepupuku." ujar nya langsung memalingkan wajah nya.
Li Zuzu "Apa! bagaimana bisa? Apa ada kaitannya dengan kau di usir ini? Aishh.. sungguh gila ya paman mu itu! sudah numpang di rumah mu tapi berani mengusir mu, dan kini merebut tunangan mu untuk anak nya yang ganjen itu? Ranran tenang lah aku akan mencari kan kau pacar yang lebih kaya dari Dian Zu pria kaleng itu!" ucap nya sembari meletakkan satu kaki nya di atas meja.
"Tenang lah! mungkin paman ku hanya marah sebentar, itu juga salah ku karna tak meminta izin dahulu.. dan soal Dian Zu aku sudah merelakannya toh pilihannya memang tepat, tidak seperti aku ini" ucap Ranran yang sangat percaya paman nya akan mencari nya.
"Cih.. kau masih mengharapkan paman mu mencari mu? dan kau merelakan begitu saja tunangan mu itu?" ujar keras Li Zuzu.
Angguk-angguk "Yaa.." ujar singkat Ranran sembari mengangguk anggukan kepala nya seketika membuat Li Zuzu merasa kesal.
"Kau itu terlaluu bo.. doh! Aisss.. sudah lah kenapa tuhan memberimu hati yang besar ini? Ranran aku tau mereka adalah keluarga mu namun tak seharusnya kau terus menutup mata mu atas tingkah laku mereka!" ujar tegas Li Zuzu.
"Tapii.. dia adalah keluarga ku satu satu nya! aku tak memiliki keluarga lagi! hanya tinggal mereka." saut tegas Ranran.
"Keluarga?.. kau pikir mereka menganggap mu sebagai keluarga? sadar lah Ranran! mereka hanya menginginkan harta dan warisan yang di tinggal kan mendiang ayah mu!" teriak Li Zuzu sembari memegang kencang bahu Ranran.
"Aku sudah mengetahui nya! aku tidak sebodoh yang kau kira! hanya saja aku memang membiarkan nya! harta tak sepenting keluarga." saut teriak Ranran seketika membuat Li Zuzu terdiam.
"Kau sudah tahu? aku mengerti kau sangat mendambakan keluarga Ranran, tapi mereka bukan lah keluarga yang sebenarnya, jika kau sungguh menyangi keluarga mu seharus kau tak membiarkan peninggalan ayah mu dan ibu mu di rebut orang begitu saja!" ujar Li Zuzu.
"Ya.. aku memang gila akan keluarga! aku sangat menginginkan keluarga yang sempurna Zuzu! dan jangan menuding ku aku telah membiarkan peninggalan orang tua ku! aku hanya takut tak bisa menjaga nya maka dari itu aku membiarkan nya di jaga oleh paman ku!" ucap Ranran.
"Jadiii.. selama ini kau tak pernah menganggap ku sebagai keluarga? asal kau tau Ranran yang kau percayakan telah merusak peninggalan orang tua mu apa kau tau? Setengah saham milik ayah mu telah di jual oleh paman mu! maka dari itu ia menjodoh kan putri nya dengan tunangan mu, bagaimana pun jika dua perusahaan di jadikan satu perusahaan itu akan kuat! ini sudah malam.. aku harus pergi kerja, kau tidur lah lebih dulu." ujar Li Zuzu bergegas pergi.
5 menit kemudian.
Hiks.. hiks.. hikss suara isakkan tangisan Ranran yang kini menangis di balik selimut.
"Li Zuzu tak mungkin berbohong.. dan kenapa paman tidak memberitahu ku? kenapa paman menjual saham ayah, waktu itu paman telah berjanji akan mengurusnya dan tetap menjaga nya ada, kenapa? Huhuhuh.. ayah ibu apa Ranran telah mengambil tindakkan yang salah? Ranran hanya menginginkan sebuah keluarga." ujar Ranran.
jam 05;24 subuh ceklek suara pintu kamar terbuka.
Li Zuzu "Seperti nya kau habis menangis, lihat mata bengkak mu itu, aku bukan nya bermaksud memarahi mu Ranran aku hanya ingin kau menyadari dan bangkit dari lumpur penghisap itu." ucap nya sembari memgelus hening Ranran yang kini sedang tertidur pulas.
beberapa jam kemudian.
"Hoammm.. enak nya! Ranran kemana pagi pagi begini? masa sih ia pergi karena aku memarahi nya semalam? hah bodoh nya aku! jika sampai malam ia tak pulang aku akan mencarinya." ujar Li Zuzu saat terbangun ia sudah tak melihat Ranran di kamar nya lagi.
Sementara itu di cafe Bluela.
Tap.. tap.. tap suara langkah kaki Ranran yang kini memakai baju Li Zuzu yang agak terlihat seksi itu.
"Huh.. aku hanya bisa memakai baju ini! ya memang si Kak Li Zuzu berkerja di Club malam pantas saja pakaian nya selalu terlihat seksi! entah lah! pokok nya hari ini aku harus mendapat kan pekerjaan ini.. aku tak ingin membuat Kak Zuzu susah karena mengurusi ku." ujar nya sembari memasuki cafe Bluela itu.
"Woahhh.. kau lihat badan wanita itu? cantik sekali bukan?"
"Permalam berapa tuh, bisa dengan uang gaji ku 3 bulan kali."
"Wahh gilaa lekukkan pinggang nya! bikin mata nggak tertolong." ucap heboh para orang-orang yang berada di cafe itu.
Ranran "Permisih apa saya bisa melamar pekerjaan di sini?" ucap nya yang sedang berbicara pada seorang pekerja Cafe itu.
"Jadi kau yang melamar pekerjaan?" tanya menejer cafe itu.
"Ya, walaupum saya tidak memiliki pengalam bekerja tapi saya sering melakukan nya di rumah, percaya lah pada saya." saut semangat Ranran dengan wajah imut nya.
"Di lihat dari wajah nya memang tak pantas untuk bekerja, tapi dengan tubuh nya ini mungkin akan menarik para lelaki dan gajih ku akan di naikkan! ini nama nya menangkap dua ikan dalam satu tarikkan! aku harus menerima nya!" fikiran menejer m***m itu sembari melirik badan Ranran yang terlihat seksi.
Beberapa menit kemudian Ranran pun langsung bekerja ia di tugas kan bagian depan yaitu melayani para pembeli.
"Silahkan di nikmati tuan tuan." ujar Ranran sembari meletak kan pesanan para pembeli dengan sambutan senyuman cantik nya itu.
"Besar sekali aku ingin memegang nya!" fikiran m***m pria itu yang secara sengaja menyentuh b****g Ranran.
Puk! Ranran secara spontan pun langsung menampar pria itu dan membuat pria itu marah.
"Apa ini! apa ini cara melayani seorang pembeli di Cafe ini! dasar wanita kurang ajar!" ujar emosi pria itu langsung menyiram Ranran dengan segelas air.
"Ma.. maaf tuan wanita ini adalah pelayan baru kami akan mengganti rugi atas pengobatan bekas luka tamparan di wajah tuan." ucap membungkuk menejer cafe itu.
"Aku tidak akan mempermasalah kan itu jika dia mau mencium tangan ku!" ujar seringai pria itu.
"Apa yang kau laku kan? cepat laku kan! apa kau ingin ku pecat pada hari pertama mu bekerja!" ujar keras menejer itu yang membuat semya tujuan mengarah kepada Ranran yang terdiam ketakutan.
"Ti.. tidak mau! dia yang menyentuh diri ku sembarangan duluan." ucap gemetar Ranran.
Plak! suara tamparan menejer ke arah wajah Ranran.
"Apa sih ramai sekali! menganggu saja!" ujar seorang wanita.
"Eh itu? Luo Tang bukan kah itu sepupu mu Leu Ranran? dia jadi pelayan?" ucap teman Luo Tang yang melihat Ranran di tampar oleh menejer cafe itu.
"Cih.. rupa nya ia kabur dan menjadi pelayan di sini? nasib mu seperti tikus jalanan Ranrab bahkan kau tak cocok menjadi pelayan di Cafe ini! aku akan membuat mu hancur!" fikiran Luo Tang sembari berjalan ke arah Ranran.
Tap.. tap.. tap suara langkah kaki Luo Tang ke arah Ranran yang terlihat gemetaran itu.
"Ada apa ini ribut ribut! apa kalian tak tahu ada putri Luo di sini?" ujar sombong Luo Tang.
"Nona Luo, maaf atas kelancangan dan ketidak nyamanan di Cafe ku ini, ini semua karena pelayan bodoh ini!" ucap memhungkuk menejer Cafe.
Luo Tang "Ranran? ternyata kau di sini?" ujar nya yang sengaja mengenal Ranran.
Ranran "Lu.. Luo tolong kakak, pria itu telah menuduh ku." ucap nya segera memegang tangan Luo Tang.
Plak! dubrakk! tamparan dan dorongan Luo tang ke arah Ranran.
"Dia yang menuduh mu atau kau yang sengaja berpura pura polos? bukan kah kau pelayan di rumah ku yang kabur karena menjual diri mu pada pria setiap malam nya? makanya itu ayah ku yang suci dan terhormat mengusir mu, cih tubuh ku yang suci tak pantas di sentuh tangan mu yang kotor itu!" ucap Luo Tang sembari mengelap tangan nya dengan sapu tangan dan langsunf melempar nya ke wajah Ranrab yang sedang terduduk di lantai.
"Pelayan? aku adalah sepupu mu Luo! tega nya kau melakukan ini pada ku!" ujar Ranran kembali bangkit dan memegang kaki Luo Tang.
Luo Tang yang takut semua orang mengetahui identitas Ranran ia pun sengaja menuduh Ranran dan menendang nya.
"Sodara? kau pikir aku memiliki sodara seperti mu! menejer apa kau hanya melihat ini saja? jikaa tak ingin Cafe ini bangkrut maka usir dia dari hadapan ku sekarang!" ucap kesal Luo Tang.
"Sa.. saya akan mengusir nya sekarang, ayo ikut aku!" ujar Menejer itu langsung menarik Ranran keluar dan mendorong nya sampai tersungkur ke tanah.
"Jangan datang lagi kemari! dasar wanita pembawa sial!" ujar kasar menejer cafe itu dengan nada memaki nya.
"Enak saja ingin memberitahu kan pada publik secara terang terangan begini, kau memang seeokr rubah Ranran, namun kau salah dalam mencari lawan mu! lihat lah kau akan kembali menjadi tikus gelandangan!" fikiran Luo Tang sembari melihat Ranran dan dengan senyum kecil nya.