5. Menyadari

1860 Kata
"Kenapa Luo Tang tidak ingin semua orang tau bahwa aku adalah sepupu nya? Paman kumohon segera lah jemput Ranran." fikiran Ranran sembari berjalan menjauh dari cafe itu. Setelah Ranran di usir dari cafe itu, ia pun bergegas mencari pekerjaan lain. Luo Tang yang mengetahui itu sengaja menyogok seluruh tempat yang di datangi Ranran tak akan ada yang menerima nya. "Bagaimana ini, hari ini sama sekali tak mendapat pekerjaan padahal nilai ku cukup bagus jika di jadi kan menejer, tapi kenapa jadi pelayan atau cuci piring saja di tolak?" gumaman Ranran sembari merenung di dekat tempat tunggu Halte bus. Srsssssss.. suara angin yang begitu kencang membawa selembar kertas yang di tempel kan di pohon dan melayang tepat di wajah Ranran. Puk! "Ahh!.. apa ini? surat membutuh kan seorang pelayan di kapal pesiar? hanya satu malam dan akan mendapat kan uang 2 juta yuan! Aaakkkk.." teriak nya seketika membuat semua orang yang berada di sekitar nya terkejut. "Dia kenapa? Orang gila baru kah?" "Cantik cantik gila ya?" "Menang lotre atau gimana tuh!" ujar para seseorang yang mendengar teriak kan Ranran. "Ah.. maaf.. maaf, gila! aku harus cepat menelepohone ini." ujar membungkuk Ranran bergegas ke tempat lain dan segera menelephone nomor yang tercantum pada lembaran itu. tepat pada jam 7 malam Ranran sampai di kapal pesiar Caviaroz. "Mudah nya, hanya menyaji kan minuman dan mendapat uang yang mungkin gaji nya sebulan! orang bodoh yang menyia nyia kan ini berarti terlalu pinta!" fikiran riang Ranran. "Permisih.. kalian semua adalah wanita malam, malam ini tugas kalian memberi kan minuman pada tuan dan tuan muda di sana nanti dan lebih bagus layani dia dengan lembut, dan ada gaji tambahan bagi wanita yang bisa memuas kan tuan tuan di luar sana, 2 juta yuan di kali kan 3 siap kan pakaian kalian dan berdandan lah yang rapih tunjuk kan lekak lekuk tubuh kalian dengan benar!" ujar pemimpin pelayan di kapal pesiar itu. Ranran "Tentu saja aku yang akan memuas kan tuan tuan itu! aku akan melayani mereka dengan lembut!" gumaman nya yang tidak mengetahui apa arti dari wanita malam dan melayani. Beberapa jam kemudian. "Ranran sekarang giliran kau, berkeliling lah dan cari gelas gelas tuan tuan yang sudah kosong." ujar kepala pelayan. "Ba.. baik." ucap cepat Ranran. Ranran "Sungguh keluar dengan pakaian ini? ini bukan kak sejenis pakaian yang hanya mengguna kan selapis bahan! warna merah nya sangat terah dan melekat sekali di tubuh ku! bukan kah dengan berpakaian seperti ini aku akan terlihat seperti jalang?" fikiran tak nyaman Ranran yang melangkah maju dan mulai mencari gelas para tuan tuan yang kosong. Karena tak terbiasa ia melaku kan ini ia pun kebingungan dan kekgok mau kemana dan menuang kan siapa ia hanya berbolak balik dengan wajah tak pede nya itu. "Aku mau kemana? itu kenapa ia ingin di leceh kan seperti itu!" fikiran Ranran yang melihat salah satu wanita yang di tugas kan menjadi pelayan malam ini sedang duduk di pangkuan lelaki sembari membuka setengah baju nya di hadapan semua orang. Ranran pun baru menyadari ternyata sedari tadi keadaan memang sudah seperti itu para pelayan semua nya sudah menjadi leceh han para tuan tuan kaya yang bisa melaku kan semau nya. Karena sedari tadi ia tidak fokus dan hanya melihat kebelakang hal itu yang membuat nya tida menyadari kejadian sekitar. "Ja.. jangan aku juga akan! aku harus kabur!" fikiran gelisah Ranran yang ingin kabur dari tempat itu. Greb! bruk! suara tarik kan tangan Ranran dan terjatuh ke arah pangkuan seseorang pria m***m di antara 4 orang yang duduk bersama nya. "Hei wanita cantik.. kau ingin kemana? kau tidak lihat aku sengaja menghabis kan minuman ku untuk kau bisa menuang nya, cepat tuang kan aku haus!" ujar pria m***m itu. "A.. aku, saya akan menuang kan nya!" ujar cepat Ranran langsung ingin menuang kan minuman itu namun tiba tiba pria itu marah dan langsung melempar gelas nya, prangg! "Apa kau tak mengerti? aku ingin minum langsung dari mulut mu! cepat tuang kan aku haus!" ujar pria m***m itu. "Ta.. tapi kan ada gelas." saut Ranran seketika membuat pria itu kesal. Bruk! suara Ranran yang di tidur kan di sofa. "Ku bilang minum ya minum! kau pikir seorang jalang malam seperti mu mampu bernegosiasi dengan ku! ini lah akibat nya!" ujar pria m***m itu langsung menuang kan sebotol alkohol ke mulut Ranran yang sedang tergeletak di sofa. "Hehe.. semakin lama semakin menggoda! jangan salah kan aku jika kita melaku kan nya di depan semua orang!" ujar pria m***m itu langsung membuka jas nya. "Hos.. hos.. hos.." suara terengah engah Ranran yang sudah terpengaruh alkohol. Tap.. tap.. tap terdengar suara langkah kaki dan di ikuti dengan rombongan bodyguard berjas hitam dan kekar itu. "Siapa ini yang berani tidak menyambut ku! apa kekayaan mu sudah sangat melimpah?" ujar Alex. "Ah.. tu, tuan besar Alex! mana mungkin rakyat mu ini berani bersikap tak sopan pada mu, saya menyambut kedatangan anda." ujar gugup pria m***m itu sembari menunduk kan kepala nya. "Seperti nya kau sedang sangat menikmati." ucap Alex sembari melirik ke arah Ranran. "Benar, wanita itu sungguh menarik terlihat lugu tetapi memiliki aura luar biasa.. saya sangat senang jika tuan Alex juga ikut bersenang senang malam ini." saut cepat pria m***m itu. "Benar kah? kalau begitu saya setuju." ujar Alex. "Baikk.. kau lihat apa cepat layani tuan besar Alex!" ujar nya yang memerintah 2 pelayan lain nya. Alex "Apa maksud mu? aku ingin wanita itu!" ujar singkat nya yang membuat pria m***m itu tek rela. "Ta.. tapi, wanita itu sudah.." ujar pria m***m itu tiba tiba di tendang oleh Alex dan membuat nya sampai tersungkur di lantai. Gubrakk! "Kau berani membuka mulit ku lagi akan ku sobek sekaligus agar kau terus bisa membuka mulut! bawa dia dan hukum, keluar kan dia dari bisnis kita dan masuk kan ke daftar gelap!" ujar kesal Alex sembari berjalan ke arah Ranran. Srekk.. suara tangan Alex yanf menyentuh wajah Ranran. "Hmmm.. panas! bantu aku ku mohon." gumaman Ranran yang terlihat semua badan nya memerah dan penuh keringat itu. Setelah mendengar itu Alex pun languang melirik ke arah Andreh yaitu Sekretaris nya. "Kamar sudah siap." suat cepat nya yang sedari tadi sudah menyiap kan kamar terbaik di dalam kapal pesiar Caviaroz. Ia adalah Andreh, pria lulusan Harvard terbaik sepanjang masa, karena itu ia bisa melamar menjadi sekretaris dari keturunan bangsawan kerajaan pertama, sang pangeran yaitu Alex Sander juga karena ketelitian nya dan kepekaan nya terhadapat keinginan Alex itu salah satu yang membuat nya bertahan di posisi yang cukup di bilang tinggi. Alex "Bagus.. saya suka ketelitian mu Andreh, dan ya jangan ganggu saya malam ini walau ada urusan penting sekali pun, toh ini memang ulang mu yang mengata kan nya. Beberapa jam yang lalu saat di penungguan halte bis. "Aaaakkk..!" suara teriak kan Ranran yang begitu sangat keras. Alex "Aiss.. apa aku tak bisa tidur tenang? siapa yang berani mengangu ku lagi!" ujar nya yang terbangun saat ia sengaja tertidur di mobil nya. Andreh "Itu wanita yang ada di sebrang sana, jika tuan merasa terganggu saya akan berpindah tempat." suat nya. "Tunggu!.. wanita itu! seperti pernag melihat nya." ucap penasaran Alex. "Wanita itu? seingat saya tuan belum sama seka.." ujar Andreh tiba tiba di sela Alex. "Wanita kelinci! yaa.. dia wanita yang menangis dan mengganggu tidur ku di taman, kenapa dia berteriak seperti orang gila kaya gitu? dan apa itu baju nya! kupikir ia berbeda dari wanita lain ternyata sama saja! ayo pergi!" ujar Alex. Beberapa jam yang lalu di ruang CEO sehabis rapat. "Sebenar nya siapa wanita itu! kenapa wajah nay yang menangis waktu itu dan wajah nya yang sangat girang tadi, selalu membuat pikiran ku kacau!" fikiran Alex sembari merenung dan hanya memutar mutar kan jari nya di atas meja. Ceklek.. suara pintu ruang CEO terbuka dan terlihat Andreh berjalan dengan gagah ke arah Alex. "Tuan Alex, malam ini adalah malam ulang tahun ke 1000 kapal pesiar Caviaroz, dan menurut saya tuan harus datang karena pemilik kapal itu adalah kakek dari kakek dan kakek beserta kakek kakek nya dan kakek dari kakek nya tuan, apa kah saya harus menyetujui ini?" ujar Andreh. Alex "Perkataan kakek mu terlalu ribet! sudah bilang saja, aku tidak bisa datang!" saut santai nya. "Gawat! jika tuan tidak datang yang ke 7 tahun ini bisa bisa ada berita yang mengata kan tuan Alex sedang bermusuhan dengan keluarga bangsawan ke dua.. seperti nya senjata ini cukup mampu." fikiran Andreh yang sudah menyiap kan sesuatu yang pasti membuat Alex ingin datang. Andreh "Sebenar nya saya sudah menyiap kan wanita yang membuat anda kesal dan berulang kali membangun kan anda dari tidur, saya pikir saat itu anda bisa meluap kan ke kesalan anda pada wanita itu, namun yang sudah jika tuan tak berkenan datang saya akaan.." ujar nya kembali di sela Alex secara tiba tiba. Alex "Maksud mu wanita kelinci itu?" tanya nya. "Maaf?" ucap bingung Andreh. "Benar saja! wanita gila yang berteriak di dekat halte bus?" tanya kembali Alex. "Ya.. wanita itu, namun tenang saja saya akan membatal kan nya." saut Andreh sembari mengeluar kan telephone nya dan membalik kan badan nya. Drap.. drap.. drap suara langkah lari kilat Alex tiba tiba berada di belakang Andreh dan langsung menepuk pundak nya yang membuat Andreh terkejut. "Apa yang kau laku kan? tentu saja Saya sebagai pangeran pertama keluarga bangsawan sander tak mungkin membuat keluarga bangsawan 2 bersedih, cepat aku ingin berdandan yang rapih mulai sekarang!" ujar nya langsung keluar hanya memakai kemeja nya saja dan menunggal kan jas nya beserta hanphone nya. "Hehe.. sudah kuduga, lagi? bukan kah aku terluhat lebih seperti orang tua nya? dan semenjak kapan ia tak berdandan dengan rapih? setiap hari pun ia selalu rapih dan bercahaya melebihi matahari!" gumaman Andreh sembari membawa jas dan handphone Alex. Beberapa jam kemudian setelah Alex sampai di kapal pesiar itu. Cekrik.. cekrik.. suara potre para wartawan. "Tuann Alex, kedangan anda di kota sangat membuat gempar apa ada maksud dari kedatangan tuan yang secara tiba tiba seperti ini?" "Tuan.. bukan kah tahun ini anda baru mengikuti acara ini dari 8 tahun yang lalu?" "Tuam bisa jelas kan mengapa ada desas desus yang mengata kan bahwa anda sedang bermusuhan dengan keluarga bangsawan kedua, apa berita itu benar?" tanya heboh para wartawan yang langsung mengerubungi Alex. "Cih.. melelah kan! PECAT SEMUA!" ujar ketus nya langsung bergegas pergi. Andreh yang mendengar kata pecat semua itu dari mulut Alex ia pun langsung menelephone untuk menghancur kan perusahaan dari semua wartawan itu beserta wartawan nya. "Dimana wanita itu! kenapa sama sekali tidak muncul? Andreh sedang tak membohongi ku kan?" fikiran bete Alex sembari menatap Andreh yang sedang menelephone itu. "Apa itu? seperti nya ia sedang menuduh ku yang enggak enggak!" fikiran tak enak Andreh kembali menatap Alex yang memasang wajah jutek itu. Prangg! tiba tiba terdengar suara pecahan gelas. "Apa kau tak mengerti? aku ingin minum langsung dari mulut mu! cepat tuang kan aku haus!" ujar pria m***m itu. "Ta.. tapi kan ada gelas." saut Ranran seketika membuat pria itu kesal. Bruk! suara Ranran yang di tidur kan di sofa. Alex yang melihat wanita yang sedang ia cari di leceh kan seperti itu ia pun bergegas datang dan berhasil menendang pria m***m itu dan membawa Ranran ke kamar utama kapal pesiar Caviaroz yang sudah di sediakan khusus untuk Alex.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN