Alex yang melihat wanita yang sedang ia cari di leceh kan seperti itu ia pun bergegas datang dan berhasil menendang pria m***m itu dan membawa Ranran ke kamar utama kapal pesiar Caviaroz yang sudah di sediakan khusus untuk Alex.
"Mmm.." suara desis san Ranran yang di letak kan secara perlahan di ranjang oleh Alex.
"Entah suara mu atau badan mu yang mencoba merayu ku itu tak akan berhasil! aku tak berniat kepada seorang wanita yang sedang mabuk!" ujar Alex yang ingin pergi namun di tarik oleh Ranran.
Greb! "Tolong.. ini sangat panas, tolong aku." ujar Ranran dengan wajah yang sangat memerah nya itu.
Alex yang mendengar ucap pan Ranran pun tak bisa mebuat nya menahan diri apa lagi Ranran terlihat sangat cantik dengan memakai baju yang sangat memperlihat kan lekak lekuk kan tubuh nya, yang membuat Alex tak tahan untuk ingin melumat bibir cantik Ranran.
"Akh!.. wanita ini bisa juga ternyata! sial hampir saja aku memakan omongan ku sendiri!" ujar Alex yang langsung tersadar dan langsung menjauh dari Ranran.
Beberapa menit kemudian Andreh sampai dan membawa kan obat untuk penenang mabuk, karena beberapa menit yang lalu Alex menelephone Andreh untuk mengantar kan obat pereda mabuk.
"Tuan.. apa ada yang perlu saya bantu." ujar Andreh yang mencoba mengintip ke arah kamar itu namun Alex langsung menutup nya.
"Tidak ada! pergi sana!" ujar lantang nya langsung menutup pintu itu dengan keras.
Crekk.. suara tutup botol obat pereda mabuk itu yang di buka Alex.
"Aku hanya meminta satu tapi ia bawa kan satu toples! apa memang harus meminum kan nya satu toples? huft! merepot kan sesungguh nya aku tak tahu berapa obat yang perlu di minum!" ujar nya yang terluhat sangat kebingungan.
Ting!.. suara bunyi pesan di telephone Alex tiba tiba berbunyi.
"Hanya butuh 1 kapsul saat ini dan saat pagi 1 kapsul bisa di campur kan ke bubur dan bisa juga langsung di minum." Isi pesan Andreh dan Alex pun setelah membaca nya tersenyum aneh.
Alex "Siapa yang membutuh kan itu, aku pun sudah tau! tunggu, untuk apa aku membuat kan susah susah bubur untuk nya?" ujar nya.
Keesok kan pagi hari nya masih di kamar utama Alex kapal pesiar Caviaroz.
"Ayam.. ayaam!" gumaman Ranran yang bermimpi memakan semeja panjang yang berisi serba masak kan Ayam.
Srsss.. hembus san angin yang membawa bau seperti sup ayam yang berhasil membuat nya terbangun.
"Hoamm.. apa kak Zuzu sedang memasak? tumben sekali." ujar nya yang masih melihat sekitar nya remang remang.
Setelah mengedip kan mata nya beberapa kali pun ia baru sadar jika ia tidak sedang di kamar rumah Zuzu dan ia pun tiba tiba teringat akan kejadian kemarin saat ia melamar untuk menjadi pelayan di kapal pesiar Caviaroz dan ingat tan nya tentang seseorang pria yang ingin meleceh kan nya.
Ia pun bergegas berdiri dari kasur dan betapa terkejut nya saat ia melihat baju yang ia kena kan sudah berganti dengan baju yang kemarin malam ia pakai.
Ia mengira bahwa diri nya telah menghabis kan malam pada pria tua itu karena ketakutan nya atas apa yang telah ia pikir kan dan betapa terpuruk nya dia saat ia mengira tubuh nya sudah tak bersih, Ranran pun kabur lewat jendela kamar sembari membawa tas nya yang tidak terdapat barang satu pun hilang.
Saat itu memang kapal sudah tidak berlayar dan semua orang sudah pergi dari kapal itu, kapal itu hanya terdapat para pelayan dan Alex beserta Ranran maka dari itu Ranran pun pergi dengan mudah tanpa di ketahui seorang pun.
Beberapa menit kemudian di tempat halte bus.
"Gimana nih Kak Zuzu pasti sangat khawatir karena aku tak pulang seharian, aku harus mengata kan apa? jika mengata kan aku mencari pekerjaan aku takut ia akan menganggap ku menyepele kan dia tetapi aku sungguh malu dengan keadaan tubuh ku yang sudah tak bersih ini." fikiran kacau Ranran yang mengira ia melaku kan hal senonoh dengan pria tua itu.
Drttt.. suara perut Ranran yang terus bergemetar.
"Sial.. jika di pikir pikir tadi malam aku memang belum makan apa pun, tunggu! aku kan punya ini! walau pun hasil di lempar seseorang yang tak sengaja terkena kepala ku di kapal pesiar tadi, makan saja lah toh tidak kotor hanya mendarat di kepala ku." ucap Ranran sembari menikmati roti bungkus yang berisi daging dan sayur sayuran.
Ting.. suara pesan di telephone Ranran berbunyi.
"Apa lagi? tadi perut sekarang hanphone apa kau menuntut ku untuk membeli pulsa?" ujar kesal nya yang mengingat waktu masa paketan nya sudah hampir habis.
Dan betapa terkejut dan gembira nya bahwa pesan yang baru masuk adalah uang transfer dari pekerjaan pelayan yang ia laku kan kemarin.
Tentu saja sesuai janji ketua pelayan kapal pesiar itu gaji Ranran di naik kan 3 kali lipat, Ranran merasa senang namun juga kecewa ia berkerja untuk pertama kali nya namun dengan mempertaruh kan kesucian nya.
Ranran "Entah aku harus senang atau gimana, uang ini aku dapat kan dari.." ujar nya masih melihat pesan transfer itu sembari memakan roti.
Drap.. drap.. drap suara langkah lari yang begitu cepat mengarah ke Ranran dan terlihat seseorang wanita yang berpakaian seperti gelandangan menatap tajam Ranran seketika membuat Ranran terkejut dan berdiri dari tempat duduk tunggu halte bus itu.
Greb! tiba tiba tangan wanita itu menggenggam pundak Ranran dengan kencang yang membuat Ranran hampir tersedak.
"Mmm.. ya?" ujar bingung Ranran.
Plak! suara pukulan mengarah ke arah b****g Ranran setelah wanita itu membalik kan badan Ranran.
"Ya, apa nya? dasar anak nakal susah sekali merawat mu! kemana saja kau apa kau tau kak zuzu sangat khawatir? kemari lah." ujar Zuzu yang adalah wanita yang berpakaian seperti gembel itu karena seharian terus mencari Ranran.
"Kak Zuzu? kenapa kau terlihat sangat berantak kan seperti ini? aku hampir tidak mengenal mu." ujar Ranran.
"Kau pikir ini karena siapa? aku mencari anak kucing ku yang hilang! dan tidak bisa membayang kan jika sesuatu terjadi pada nya! sebenar nya kau pergi kemana?" ujar Zuzu semakin memeluk erat Ranran.
Ranran "Maaf.. Ranran semalam ke kap.." ujar nya seketika mengingat bahwa ia tak boleh memberitahu kejadian ini pada Zuzu.
Li Zuzu "Ke kap.. apaa? kata kan cepat!" ujar nya yang sudah mengetahui raut wajah jika Ranran berbohong.
"Bu.. bukan apa apa, ayo Ranran memiliki banyak uang karena habis memenang kan lotre semalam maka dari itu Ranran tidak pulang karena asik menghitung angka! ayo kak ku traktir kau ke tempat lestoran bintang 100!" ujar semangat Ranran sengaja mengalih kan pembicaraan.
"Mana ada bodoh! yasudah lah kak Zuzu percaya, kita kembali ke rumah dulu kaka tak ingin merusak citra kaka jika memakai baju seperti orang goa ini!" ujar Zuzu.
"Untung lah kak Zuzu langsung percaya! maaf kak aku tak mau membuat kaka menjadi lebih khawatir karena aku yang selalu menyusah kan kak Zuzu dari kecil padahal kak Zuzu bukan lah keluarga ku, namun hanya kau yang tulus menjaga ku." fikiran Ranran.
Ranran "Hehe.. iya iya kalau begitu ayoo jalan kaki saja itung itung bisa menambah biaya makan di lestoran bintang 100 nanti!" ujar semangat nya sembari berjalan.
"Huft.. dia bahkan tak bisa bermain judi! sudah lah lagian Ranran ku bukan lah seseorang yang pandai berbohong, aku sangat percaya pada adik kecil kucing ku ini." fikiran Zuzu langsung merangkul Ranran. "Wah wah wah.. seperti nya kau tak berniat benar benar menteraktir ku ya?" ujar nya.
Sesaat sudah sampai di rumah Li Zuzu.
"Woahh.. kak Zuzu sangat luar biasa! berubah seperti rubah dengan cepat!" ujar Ranran yang terkesima dengan penampilan Zuzu yang sangat cantik setelah berdandan
Li Zuzu "tentu saja kau akan menganggap ini luar biasa karena baru keluar dari goa!" suat nya yang sangat menusuk itu.
Ranran "Kau menusuk ku dengan sesuatu yang tak terlihat! dasar sakral!" ujar cembetut nya.
"Haha.. bercanda baby cat cat ku!" ujar Zuzu yang selalu menganggap Ranran kucing karena wajah imut dan sikap Ranran yang sangat lembut.
"Aku bukan kucing! berhenti memanggil ku Baby cat! lupa kan ayo pergi." suat kesal Ranran.
"Cih.. itu kan panggilan sayang ku pada mu, tunggu apa kau akan pergi dengan penampilan seperti ini?" tanya Zuzu yang melihat dari atas ke bawah Ranran.
"Memang nya ada apa dengan ku?" tanya Ranran.
"Kau seratus persen sangat jelek! lihat ini mata panda terlihat sekali di wajah mu dan t*i mata pu masih menempel di sana, bahkan kerak air liur mu masih bersedia memberi kan corak di bagian dagu mu! tidak bisa di biar kan manusia goa akan ku ubah menjadi bidadari nya joko!" ujar cepat Zuzu yang sangat To the point itu.
Ranran "tunggu.. apa harus sekali? sudah lah tak usah toh sama sekali tidak ada yang akan melirik ku!" ujar nya yang sudah di angkat Zuzu ke kursi tata rias.
"Ranran dengar kan aku, bagi diri mu penampilan bukan lah segala nya namun bagi dunia luar penampilan sangat lah segala nya, ya mungkin kau tak tahu ini, sekarang adalah jaman modren di mana wanita goa seperti mu yang tidak memperduli kan penampilan akan di pandang sebelah mata walau setatus mu tinggi, bukan nya aku mengajar kan diri mu untuk menjadi wanita yang suka memikat pria aku melaku kan ini karena aku tak mau jika kau di pandang sebelah mata oleh semua orang apa lagi kau sebenar nya adalah putri tuan Leubin yang sangat di hormati ini semua karena keluarga paman mu!" ujar kesal Zuzu yang tak sengaja dengan kesal nya dia dia malah meremas kencang pundak Ranran.
"Ka.. kak! bisa lepas kan pegangan nya dulu? jika kak Zuzu tidak mau melihat tubuh ku yang akan cacat akibat cengkraman kaka tadi!" ujar kesakitan Ranran.
"Ma.. maaf duh jadi kaka sendiri lah yang melukai mu!" ucap Zuzu dengan wajah sedih nya.
Ranran "Tak apa palingan hanya butuh di mutilasi! Hehe.. oh ya ngomong ngomong tau dari mana jika aku habis di permalu kan?" tanya nya.
"Itu.. kaka tau dari teman kaka yang tak sengaja melihat mu, dan betapa kesal nya lagi jika yang mempermalu kan mu adalah sepupu mu ular bidur si ular berbisa dan berduri! rasa nya aku langsung ingin membunuh nya saat itu!" ujar Zuzu dengan wajah amarah nya.
1 hari yang lalu saat Ranran di permalu kan di sebuah cafe oleh Luo Tang dan tak sengaja teman Zuzu melihat itu.
"Ada apa Ramai ramai?" ujar satu wanita yang sedang berkencan di cafe itu dengan pacar nya.
"Ya biasalah jika ada nona besar Tang pasti selalu ada keributan!" ujar santai pacar wanita itu.
"Penasaran lihat ah! loh? wanita itu bukan nya adik angkat nya Zuzu? dia bekerja di sini?" ujar terkejut wanita itu yang melihat Luo tang menampar Ranran dan menyuruh pak menejer mengusir Ranran ke luar.
"Kasihan sekali apa Zuzu tahu soal ini? hubungi saja lah." ujar wanita si teman Zuzu itu langsung menelephone Zuzu.
Drttt.. dert.. suara sering telephone Zuzu yang membuat Zuzu yang sedang tertidur pulas di sofa nya terbangun.
"Apa kau gila? tak lihat jika ini siang hari hah?" ujar Zuzu karena siang hari sampai sore hari adalah malam bagi nya sementara malam dan pagi hari adalah siang dimana ia harus mulai beraktifitas dan berkerja di club malam nya.
"Ha.. ha.. sudah ku duga kau pasti akan marah, tapi apa kau tak mengkhawatir kan adik angkat baby cat mu itu?" ujar teman Zuzu.
"Baby cat ku? ada apa memang nya? jika kau berani berbohong akan ku tikung pacar mu!" saut Zuzu.
"Dasar.. kulihat ia bekerja di cafe yang sekarang aku sedang berkencan tetapi ia baru saja di usir dengan wanita nona besar Tang." ujar teman Zuzu seketika membuat Zuzu langsung berdiir dari sofa nya.
"Kirim alamat mu sekarang!" ujar Zuzu bergegas pergi ke alamat cafe itu tanpa berganti pakaian dan semenjak itu lah Zuzu terus mencari Ranran seharian tanpa mandi tanpa makan.