Bab 11

1371 Kata
Frangky yang mendengar kata kata sensual dari Gita langsung gelap mata. Dia menyerang Gita brutal sampai Gita tak berhenti berteriak karena ulah Frangky. Frangky tahu jika ruangan Agatha kedap suara, jadi dia memaksa Gita untuk memuaskan nya sampai tak bisa di kendalikan. Hampir dua jam Frangky menghajar Gita di bawah kuasanya. "Uh, tuan, bagaimana jika nanti nyonya Agatha memergoki kita?" Napas Gita masih tersengal karena ulah Frangky. Gita bahkan kewalahan mengimbangi permainan Frangky yang membabi buta. Bagian inti miliknya bahkan terasa sangat sakit saat ini. "Aku akan memberi tahumu satu rahasia. Aku hanya memanfaatkan Agatha agar aku bisa menguasai toko ini. Dan aku selama ini hanya bersama Kamila. Tapi karena sekarang kau juga sudah menyerahkan tubuhmu kepadaku, jadi setiap kali disini dan aku butuh bersenang senang kau harus siap melayaniku. Tenang saja, aku juga akan memberi mu tips yang sesuai." Gita yang awalnya terkejut ketika Frangky jujur soal Agatha akhirnya tersenyum lebar. "Dia membuang nona Agatha dan memilih Kamila? Wanita tak tahu diri itu? Ternyata selera tuan Frangky sangat buruk. Tapi dengan begini aku juga bisa mengambil keuntungan dari laki laki bodoh ini!" Gita sudah merencanakan banyak hal setelah ini. Setelah Gita merapikan pakaiannya, dia mengalungkan kedua tangannya ke leher Frangky lalu menciumnya sekilas. "Aku akan menjaga rahasia ini tuan, jangan khawatir. Tapi aku punya satu syarat untuk tuan." Frangky meremas pinggang Gita penuh hasrat. "Apa yang kau mau?" Di mata Frangky terlihat sangat jelas kabut gairah yang tak kunjung padam. Tapi dia tak bisa terus terusan menahan Gita di ruangannya. Frangky takut jika sewaktu waktu Kamila datang kesana. "Jangan sampai ada yang tahu tentang hubungan ini. Aku takut nyonya Kamila akan menghabisi ku. Tuan tahu bukan bagaimana watak nyonya Kamila?" Jari jari Gita masih terus bermain di d**a milik Frangky. Sengaja menggoda Frangky agar Frangky mengiyakan apa yang dia inginkan. Frangky menggenggam jari jari itu lalu menciumnya sebentar. "Tentu saja, asal kau bisa selalu memuaskan ku. Aku sudah bosan dengan wanita itu." Gita tersenyum lebar, dia lalu melepaskan diri dari Frangky dan keluar dari ruangan Frangky dengan cepat. Setelah Gita keluar, wajah Frangky berubah menjadi datar ketika dia ingat jika Kamila yang mengambil uang di kantor itu. "Kamila, kau benar benar ngelunjak sekarang. Awas kau, aku akan menghukum mu setelah ini!" Frangky akan mengurus Kamila nanti, saat ini dia akan mengurusi tentang barang barang yang harus dia ambil sebagai pajangan di toko itu. Merapikan ruangannya setelah bercinta dengan Gita. Tapi dengan kegiatan tadi sedikit menambah stamina Frangky. Di satu sisi, Agatha di antar pulang oleh Ethan. Sedikit pemaksaan dan akhirnya pasrah karena Emma juga terus mendorong Agatha agar mau pulang di antar oleh Ethan. Di tengah perjalanan, ponsel Ethan berbunyi dan itu berasal dari bengkel. Ethan, ada dua orang wanita sedang mencari mu di bengkel. Mereka mengancam akan menghancurkan bengkel jika kau tak mau menemui mereka. Alis Ethan menyatu, tapi sorot matanya tajam. Tanpa diberitahu siapa mereka, Ethan sudah bisa menebak. Agatha yang merasakan atmosfir di dalam mobil berubah melirik ke arah Ethan. Sadar jika dia sedang di perhatikan Ethan langsung menoleh. Tapi Agatha sempat terkejut karena raut wajah Ethan sudah berubah seperti biasa. "Kak, sebelumnya maafkan aku. Tapi apa kakak bisa ikut aku ke bengkel? Ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan." "Kalau kau sibuk, aku turun disini saja. Aku bisa pesan taxi online." jawab Agatha cepat. Rahang Ethan mengeras seketika. Dia tak suka dengan jawaban Agatha barusan. Melihat perubahan wajah Ethan yang tiba tiba membuat nyali Agatha sedikit menciut. "Kak, aku sudah bilang pada Kak Emma untuk mengantar kau pulang dengan selamat. Jika aku menurunkan mu disini, dia akan mengadukan ku pada ayah. Pasti ayah akan langsung memukulku karena aku di anggap tak bertanggung jawab." Agatha meneguk ludahnya kasar, bukan karena perkataan Ethan yang panjang tapi karena jarak mereka terlalu dekat. Ethan menghentikan mobilnya di pinggir jalan saat menerima telfon tadi. Dan sekarang posisi nya menyamping menghadap ke arah Agatha. Agatha menahan tubuh Ethan dengan kedua tangannya. "Kakak tak mau menungguku? Aku cuma sebentar, apa kakak juga tega aku akan di hukum oleh ayah?" Wajah Ethan memelas dengan sorot mata yang sendu. Agatha yang melihat itu menjadi tak tega. Dia berdehem dan sedikit mendorong tubuh Ethan agar Ethan mau menjauh. Tapi ternyata Ethan tak langsung mundur, matanya masih terpaku pada wajah Agatha yang ada di depannya. Tangan Ethan terulur pada dagu Agatha. Dia menarik dagu Agatha agar wajah Agatha lebih terlihat jelas di mata Ethan. "Kak bantu aku setelah ini." Agatha mengerutkan keningnya, Agatha sendiri sejak awal bertemu dengan Ethan merasa jika Ethan berbahaya. Tapi entah kenapa dia malah tak bisa menjauh dari Ethan. "Kau mau aku membantu apa?" Ethan tersenyum samar, dia lalu mendekat sisi telinga Agatha. "Berpura pura lah menjadi kekasihku, dan aku akan bantu kakak menjauhkan laki laki tadi dari hidup kakak." bisik Ethan lirih. Tubuh Agatha meremang, dia tak pernah sedekat ini dengan laki laki. Dan baru Ethan lah yang berani mendekat juga bersentuhan dengan nya. Agatha bahkan membiarkan Ethan menyentuhnya meskipun tak ijin terlebih dahulu kepadanya. Berbeda dengan saat dia bersama dengan Frangky dulu. Jika Frangky ingin menyentuhnya, Agatha akan mencari seribu cara untuk menjauh. Mungkin karena itu lah Frangky mencari pelampiasan pada perempuan lain. Ethan menarik diri dari sisi Agatha, sesaat Agatha menahan napas karena ulah Ethan. "Kak bernapas lah, kau bisa tewas nanti." Agatha langsung meraup udara sebanyak banyak nya yang membuat Ethan terkekeh geli. "Kenapa tak bernapas? Apa karena aku terlalu mempesona buat kakak?" Lagi lagi Ethan menggoda Agatha dengan senyum manis di wajahnya. Hal itu membuat wajah Agatha berubah menjadi panas. "Tidak, aku hanya berpikir kenapa kau meminta ku menjadi pacar pura puramu? Apa kau sadar jika umur kita bahkan berbeda jauh. Kau tak malu jika nanti ada orang yang menggunjing mu?" "Kakak malu jika aku menjadi kekasih kakak?" Bukannya menjawab pertanyaan Agatha, tapi Ethan malah balik bertanya pada Agatha. Agatha kicep tak bisa menjawab, dia mendadak gagu dan bingung harus menjawab apa. Ethan yang melihat wajah bingung Agatha tak akan memaksa Agatha. Dia tak mungkin membuat Agatha tak nyaman dengan nya. Tanpa mengatakan apapun lagi, Ethan kembali duduk dengan benar. Lalu menyalakan mobilnya. Mobil itu membelah jalanan menuju ke bengkel milik Ethan. Tak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya mereka berdua sampai. Meskipun dalam perjalanan tadi tak ada percakapan di antara Agatha dan Ethan. "Tunggu disini, aku tak akan lama." Tanpa menunggu jawaban Agatha, Ethan turun dari dalam mobil. Agatha terus memperhatikan apa yang terjadi pada Ethan. Di depan bengkel menunggu dua orang wanita yang berbeda umur tapi sama sama memakai pakaian kurang bahan. "Siapa mereka? Apa gadis itu kekasih Ethan?" gumam Agatha lirih. Agatha masih terus memperhatikan Ethan dari dalam mobil, dan karena kaca mobil itu gelap tak akan ada yang tahu jika Agatha ada di dalam mobil. Sementara itu, di depan bengkel Ethan menatap marah dan muak pada dua orang di depannya. Salah satu wanita itu ingin meraih tangan Ethan. Tapi Ethan langsung menepisnya. "Jangan berani kau sentuh aku!" Suara Ethan yang marah membuat anak buah Ethan bersiaga. Mereka menjaga Ethan dari jarak dekat. "Ethan, aku cuma mau kau pulang bersama ku. Di rumah akan ada pesta ulang tahunku. Aku mau kau pulang dan merayakan nya dengan ku. Papa udah ijinin kamu pulang, asal kamu mau bersama ku!" Wanita di depan Ethan merengek dan ingin terus menyentuh Ethan. Tapi Ethan memilih menjauh. "Kau mengajukan syarat yang memuakkan. Aku tak akan pernah sudi kembali ke rumah itu. Terlebih harus bersamamu. Aku tak mungkin menyakiti gadis milikku sendiri yang ada disana." Ethan menunjuk mobilnya. Dua wanita itu membelalak kaget karena Ethan ternyata membawa seorang wanita di dalam mobil miliknya. Selama ini tak ada yang di ijinkan menyentuh dan duduk dimobil Ethan siapapun itu. "Kau bercanda, aku tahu kau hanya pura pura. Tak ada wanita yang kau ijinkan naik ke dalam mobilmu. Semua ini hanya akal akalan mu saja kan?" Ethan berdecak kesal, dia memilih pergi dari sana dengan raut wajah menakutkan . Agatha yang melihat wajah Ethan sedang marah pun bingung. Tapi detik berikutnya matanya melotot ketika Ethan meraih tengkuknya lalu menciumnya. "Jangan bergerak, bantu aku!" Agatha tak bisa berkutik, mereka berciuman tapi jarak bibir nya juga Ethan terhalang oleh ibu jari milik Ethan. Ethan dengan sengaja membuka kaca mobil miliknya agar wanita yang mengganggunya tadi melihat jika Ethan tak berbohong. "Kak Agatha kau harus membantuku!" to be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN