Bab 10

1305 Kata
Agatha masih menenangkan diri setelah kejadian tadi. Bisa bisanya mereka membuat ulah di depan banyak orang. "Kakak, kau tak apa apa?" Agatha yang sejak tadi memejamkan matanya, perlahan membuka matanya. Tapi alangkah terkejutnya dia ketika mendapati wajah Ethan yang terlalu dekat dengan nya. Sontak Agatha bergerak mundur, sayangnya karena gerakannya yang cepat dia tak sadar jika di belakangnya adalah dinding. "Kak, aw-was!" Duk.... "Aw....." Belum selesai Ethan berbicara, kepala Agatha sudah terbentur dinding belakangnya. Agatha meringis kesakitan sementara Ethan yang panik reflek mengusap kepala Agatha. Napas Agatha tercekat ketika leher Ethan ada tepat di depan wajahnya karena Ethan langsung setengah berdiri untuk melihat kepala belakang Agatha. "Astaga, jantungku." batin Agatha. Mata Agatha berkedip karena menahan napas saat indera penciuman nya mengendus bau parfum Ethan yang sialnya membuat nya tergoda. Agatha meneguk ludahnya kasar karena tiba tiba jantungnya berdetak semakin cepat. "Apa kepalamu masih sakit?" tanya Ethan. Dia bahkan dengan santainya masih mengusap kepala Agatha tanpa tahu sang Puan sedang menahan napas karena ulahnya. "E-ethan, bisakah kau sedikit menjauh dariku?" Tangan Ethan yang sejak tadi mengusap kepala Agatha langsung terhenti. Dia menunduk dan sialnya saat itu Agatha mengangkat kepalanya. Cup.... Bibir mereka saling bertemu dan membuat kedua orang berbeda jenis itu langsung membulatkan matanya. Belum selesai rasa terkejut mereka, pintu ruangan private itu di buka. "Apa yang kalian lakukan?" Agatha mendorong tubuh Ethan dengan kuat. Bruk.... Ethan terjengkang ke belakang. "Aw.... ssh ...." Agatha yang sadar sudah membuat Ethan celaka reflek langsung membantu Ethan untuk berdiri. Tapi naasnya karena terburu buru dia kesandung kakinya sendiri. Bruk.... Cup.... Lagi lagi, kedua pasang mata itu membola ketika bibir mereka saling bertemu untuk kedua kalinya dan itu tanpa sengaja. Emma juga Kenzo yang baru masuk kembali ke ruangan private itu langsung melongo. "Wah, live dong ini!" celetuk Kenzo tanpa sadar. Agatha yang mendengar itu bergegas bangun dari atas tubuh Ethan. Dia duduk sedikit menjauh dari Ethan. Wajahnya sudah merah padam karena malu. Dia merutuki kecerobohan nya yang tak bisa dia cegah. " " Aku mau menghilang saja dari bumi ini!!" batin Agatha malu. Berbeda dengan Ethan yang menggigit bibir bawahnya menahan rasa yang membuncah di dadanya. Kenzo dan Emma saling lirik ketika dua orang di depannya ini menampilkan ekspresi yang berbeda. "Kalian dari tadi ngapain saja? Bisa bisanya ciuman di lantai!" sindir Emma. Dia dan Kenzo duduk di tengah Agatha juga Ethan yang saling menjauh. "Tak sengaja, kak Agatha kepalanya terbentur dinding, aku bantu lihat. Malah kalian tiba tiba masuk lalu bikin kaget." Ethan menjawab sesuai kenyataan, meskipun faktanya Ethan dan Agatha tadi sempat berciuman yang pertama. "Bantu lihat apa bantu cium?" ledek Kenzo usil. "Ehem...." Ethan hanya berdehem kecil sebagai jawaban. Sedangkan Emma dan Kenzo menahan tawanya sejak tadi. Sedari masuk ruang private tadi, Emma memang keluar sebentar untuk menerima telfon. Sedangkan Kenzo pergi ke toilet. Alhasil tinggal lah Agatha juga Ethan di ruangan itu. "Kenzo, diam lah. Kau tak lihat wajah sahabat ku sudah seperti kepiting rebus." Agatha semakin menundukkan wajahnya karena menahan malu. Kenzo mengangkat kedua tangannya menyerah ketika Ethan sudah melototi nya. "Kak Emma, memang siapa orang orang tadi? Dan itu betulkah sahabat kakak ini sudah pernah menikah?" Sambil bertanya seperti itu, Kenzo juga melirik Ethan yang sejak tadi kembali diam. Tapi sorot matanya terus terfokus pada Agatha yang tak bergerak sedikitpun. Emma melirik Agatha yang diam saja. Lalu dia menghela napas panjang. "Iya, laki laki tadi pernah menikah dengan Agatha. Tapi hari ini baru saja dibatalkan oleh Agatha." Kenzo mengerutkan keningnya bingung. "Maksudnya pembatalan menikah?" Emma mengangguk, lalu dia menceritakan semua yang terjadi pada Agatha. Kenzo bukan orang lain bagi Emma. Dia sahabat dekat Ethan sekaligus tangan kanan Ethan. Dimana ada Ethan disitu akan ada Kenzo. "Dan hari ini juga semua kartu milik Agatha sudah selesai di pindahkan." Emma mengakhiri ceritanya yang mendapat anggukan berkali kali dari Kenzo. Sedangkan Ethan sorot matanya berubah menjadi tajam. "Ethan seram sekali kalau marah!" batin Kenzo. "Jadi kau ingin melakukan apa setelah kejadian tadi?" Tiba tiba Ethan bersuara, dan Agatha yang sejak tadi menundukkan kepalanya langsung melihat ke arah Ethan. Tatapan mata Agatha terpaku pada sorot mata Ethan yang tajam. Entah kenapa sorot mata Ethan malah membuatnya tenang. "Kau gila Agatha, dia lebih pantas menjadi adikmu. Jangan punya pikiran macam macam saat ini. Lebih baik kau fokus dengan usaha mu juga masalah dengan keluarga Frangky." batin Agatha. Hati dan pikirannya tak sejalan. Dua tangannya meremas bajunya, Agatha juga menggigit bibir bawahnya sebelum benar benar bisa menjawab pertanyaan Ethan barusan. "Mengambil kembali yang di rebut mereka!" Jawaban tegas Agatha membuat senyum tipis di wajah Ethan muncul. Meksipun sangat tipis tapi Agatha bisa melihatnya dengan jelas. "Ethan kenapa kalau tersenyum seperti itu lebih menarik?" batin Agatha. Emma yang melihat wajah Agatha tiba tiba menjadi merah mengikuti arah tatapan Agatha. Dan ternyata sejak tadi Agatha juga Ethan saling tatap tanpa ingin mengalihkan perhatian mereka. "Apakah di ruangan ini cuma ada kalian berdua?" sindir Emma. Agatha yang tersadar segera memutus tatapannya dengan Ethan dan kembali menundukkan wajahnya. "Kak Em, pesan makanan apapun yang kau inginkan. Aku traktir hari ini karena aku sedang senang." Emma langsung bersorak, dia bergegas memesan semua jenis makanan kesukaannya begitu juga untuk Agatha dan Ethan sendiri. Kenzo yang melihat raut wajah Ethan menjadi bersinar menggelengkan kepalanya pelan. Kenzo sangat tahu apa yang ada di kepala Ethan saat ini. " Ethan pasti tak akan tinggal diam setelah ini. Berdoa saja semoga Ethan tak langsung menghabisi keluarga itu!" batin Kenzo. Akhirnya Kenzo juga memilih makanan yang dia mau. "Aku juga mau pesan yang banyak, bukankah hari ini Ethan sedang senang?" kelakar Kenzo. "Khusus kau, ku potong dari gaji!" sahut Ethan bercanda. Bugh.... Kenzo melemparkan buku menu kepada Ethan yang membuat Ethan terkekeh. Pada akhirnya mereka melanjutkan makan mereka dengan obrolan ringan. Meskipun Agatha belum terbiasa dengan dua orang di depannya itu. Terlebih Agatha merasa jika dia dan Ethan berbeda jauh dari segi umur. # Berbanding terbalik di sebuah ruangan. Frangky membanting beberapa barang karena toko baju yang dia kelola saat ini terus menurun penjualannya. "Kenapa langsung turun begini? Kenapa omsetnya tak sama ketika di kelola Agatha?" Frangky melihat stok baju juga mulai menipis tapi uangnya tak sesuai dengan apa yang tertera pada data yang masuk. Frangky memanggil satu orang karyawan kepercayaannya. "Gita, kenapa selisihnya banyak sekali?" "Tuan Frangky, maafkan aku sebelumnya. Aku tak berniat mengadu, tapi jika di teruskan aku takut toko ini akan bangkrut." Kening Frangky mengerut mendengar itu. Lalu dia berdiri mendekat ke arah Gita. "Apa yang terjadi? Apa yang aku tak tahu?" Gita mengigit bibir bawahnya yang membuat Frangky tiba tiba tergoda padanya. Terlebih karena Gita memakai rok mini yang ketat juga kemeja atas yang menonjolkan dua benda kenyal miliknya. "Katakan padaku, dan aku tak akan menghukum mu." bisik Frangky di telinga Gita. Tapi satu tangan Frangky sudah mengusap b****g sintal milik Gita. Sebelum mendengar jawaban Gita Frangky mengunci pintu ruangan itu. Dia menarik tangan Gita dan menarik Gita untuk duduk di sofa tapi dengan posisi Gita berada di atasnya. "Katakan, kau tak perlu takut. Asal hari ini kau membuatku senang." Tangan Frangky sudah bergerak membuka kancing seragam milik Gita. "Nona Kamila mengambil uang di toko ini, dia bilang dia sudah minta ijin pada Tuan. Tak hanya itu saja, Nona Kamila juga mengambil beberapa gaun yang paling mahal disini." adu Gita pada Frangky. Mata Frangky berubah menjadi merah karena marah. Tapi saat tangan Gita menyusup di dalam baju Frangky, mata merah itu berubah penuh kabur hasrat. Frangky langsung meraup bibir Gita dan melumatnya kasar. Tangan Frangky menggenggam benda kenyal milik Gita dengan kuat. Tak hanya itu, tangan yang lain sudah menelusup masuk ke dalam rok Gita dan mencari bagian intim wanita itu. Gita yang tersulut permainan itu, sontak memberikan jalan bagi Frangky. Saat jari jari Frangky sudah masuk ke dalam intim Gita, jari jarinya bergerak liar di dalam sana. Gita sudah melepas kemeja atasnya sehingga terlihat dua benda kenyal menantang Frangky. "Makan aku tuan!" to be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN