Mendengar semua yang di katakan oleh Agatha, kembali Frangky naik pitam. Dia merasa di rendahkan oleh Agatha saat ini. Tangannya sudah terangkat bersiap menampar Agatha.
Tapi tangan itu terhenti di udara, dari belakang Frangky muncul seorang laki laki yang membuat Agatha dan Emma saling lirik.
"Tak baik mengangkat tangan kepada seorang wanita. Apalagi di depan banyak orang seperti ini."
Ethan, laki laki yang menahan tangan Frangky langsung menghempaskan tangan Frangky dengan kuat.
Sarah yang marah ketika melihat Frangky terjatuh pun menghardik Ethan.
"Siapa kau, jangan ikut campur urusan kami!"
Emma sendiri masih tak menyangka ketika melihat Ethan yang tiba tiba ada disana.
Ethan berdiri di sebelah Emma lalu merangkul bahu Emma yang membuat Emma berkedip aneh.
"Aku adiknya perempuan galak ini. Dan juga......"
Kata kata Ethan menggantung tak dilanjutkan, tapi mata Ethan melirik ke arah Agatha yang terlihat menunggu lanjutannya. Senyum samar tercetak di bibir Ethan, tapi kemudian dia memutuskan untuk tak melanjutkannya.
Frangky yang kesal karena Ethan mengganggunya.
Saat dia ingin memukul Ethan untuk membalas Ethan, lagi lagi tangannya di tahan oleh seseorang.
"Bang, kau tak lelah sejak tadi terus mengayunkan tangan untuk memukul seseorang?"
Kali ini Kenzo lah yang menahan tangan Frangky. Tak seperti Ethan yang hanya menahan tangan Frangky, tapi Kenzo juga sedikit meremas pergelangan tangan Frangky. Sehingga Frangky meringis kesakitan.
"Argh, kau gila. Lepaskan tangan ku!"
Frangky berteriak keras, sedangkan Sarah dan Kamila tak berani membantu mengingat mereka hanya seorang perempuan.
Kenzo melepas cengkeraman nya disaat melihat wajah Frangky yang sudah pucat pasi. Sementara Emma menggelengkan kepalanya melihat Kenzo dan Ethan yang datang bersamaan.
"Kenapa kalian ada disini?" tanya Emma penasaran.
Ethan menunjuk mobilnya yang ada di seberang jalan. Di depan ada sebuah cafe dan Emma paham mungkin Ethan sedang ada keperluan disana.
"Lagi nego beli mobil baru," jawab Ethan santai.
Emma mengangguk paham, dia juga tak banyak bertanya karena tahu bagaimana Ethan dengan mobil mobilnya. Mereka terlihat mengabaikan Frangky disana. Bahkan tak ada yang sadar jika Agatha sudah di tarik oleh Ethan agar mendekat ke arahnya. Semata mata demi menjaga keamanan Agatha.
"Siapa kalian, kenapa mengganggu ku?"
Frangky yang masih tak terima menunjuk wajah Ethan tapi Ethan tak peduli.
"Mereka ganggu kalian? Kenal?"
Agatha langsung menggeleng, dia reflek menyembunyikan tubuhnya di balik badan Ethan.
Frangky yang melihat itu tentu saja tak terima. Selama bersamanya, Agatha bahkan tak mau disentuh oleh Frangky. Tapi kenapa saat ini dia malah mau berdekatan dengan Ethan.
"Agatha, kau istriku kenapa kau malah dekat dengan laki laki lain?"
Frangky ingin menarik Agatha dengan tatapan marah.
Ethan sempat membeku saat mendengar Agatha sudah menikah. Begitu pula dengan Kenzo yang langsung melirik Ethan terkejut.
Agatha yang geram akhirnya berani membalas perkataan Frangky.
"Kau lupa jika putusan pengadilan baru saja keluar? Pembatalan pernikahan kita baru di setujui. Jika kau lupa aku akan mengingatkan nya lagi."
Agatha membuka ponselnya lalu membuka berkas yang baru saja di kirim dari pengadilan.
"Lihat, berkasnya bahkan masih baru. Di kirimnya belum ada satu jam yang lalu, dan kau masih menyebutku istrimu? Sedangkan kau sudah menggandeng perempuan lain sekarang. Jika kau juga sudah pikun, aku akan ingatkan lagi. Di saat malam pertama kita menikah, kau bahkan mengotori kamar pengantin dengan bercinta dengan perempuan sialan itu!"
Ethan langsung menoleh ke arah Agatha yang tengah berteriak dengan napas yang memburu.
Tangan Ethan bergerak spontan meraih tangan Agatha untuk menenangkannya.
Tangan Agatha yang tersembunyi di balik badannya dan tak ada yang sadar dengan itu.
Mata Agatha membola, dia melirik ke arah tangannya yang tengah di genggam Ethan. Lalu dia melihat Ethan dengan tatapan tak mengerti.
"Tenanglah, Kakak. Tarik napas yang panjang dan hembuskan perlahan."
Ethan dengan lembut meminta Agatha untuk lebih tenang. Agatha dengan sadar mengikuti arahan dari Ethan.
Frangky yang melihat itu tak terima, dia ingin menarik tangan Agatha tapi tangannya lagi lagi di cekal oleh Ethan.
"Jangan mendekatinya!"
Suara Ethan berbeda, nada bicaranya lebih dingin dari pada yang tadi. Rahangnya mengeras setelah mendengar semua penuturan Agatha tentang pernikahannya dengan laki laki di depannya ini.
Frangky yang terkejut karena perubahan Ethan reflek mundur ke belakang.
Kamila yang terus melihat ke arah Ethan mengeratkan giginya.
"Kenapa dia setelah di buang Frangky malah terlihat bersinar? Dan sekarang malah banyak yang membelanya. Dua laki laki ini terlihat sekali jika mereka melindungi Agatha." batin Kamila.
Kamila berdecih sinis, lalu meraih tangan Frangky. Menatap jijik ke arah Agatha. Terkesan tak terima saat melihat Agatha malah lebih dari yang sebelumnya seolah apa yang dilakukannya mulus mulus saja.
"Agatha, apa jangan jangan laki laki ini selingkuhanmu? Terlihat sekali jika mereka membelamu, bahkan melindungi mu!"
Frangky menoleh ke arah Kamila tak percaya.
"Apa maksudmu Kamila? Apa kau berpikir jika Agatha juga selingkuh?"
Kamila dengan sengaja mengusap pundak Frangky di depan Agatha sambil tersenyum genit.
"Coba kau pikir, selama ini Agatha tak pernah terlihat bersama laki laki lain dan saat ini, tiba tiba saja dua orang laki laki ini datang dan melindunginya. Sedangkan kau tak kenal dengan mereka. Frangky, kau bersama Agatha selama dua tahun, kalau mereka cuma berteman harusnya kau juga kenal dengan mereka."
Frangky terlihat berpikir dan apa yang di katakan Kamila masuk akal.
Kamila yang melihat raut wajah Frangky seperti nya percaya padanya tersenyum penuh kemenangan.
"Jadi kau selingkuh dengan laki laki tak jelas ini? Apa jangan jangan kau juga pernah tidur dengan mereka hah? Sampai kau langsung mengurus pembatalan pernikahan itu. Agar kau bisa bersama mereka!"
Mata Agatha membola sempurna, dengan kesadaran penuh Agatha melayangkan tamparan keras pada Frangky juga Kamila.
Plak
Plak
Kedua orang yang di tampar itu langsung memegang pipi mereka yang terasa panas.
"Jaga bicara kalian, aku tak seperti kalian yang melakukan hal menjijikan seperti itu. Selingkuh? Kalian tak punya kaca di rumah?"
Kamila geram karena Agatha berani menamparnya sedangkan Sarah yang sejak tadi hanya memperhatikan saja sudah ingin maju membela Frangky. Tapi langkahnya langsung terhenti ketika Kenzo berpindah ke depannya.
"Tak perlu ikut campur nyonya, jika kau berani melangkah, aku akan buat kau cepat masuk ke dalam tanah."
Sarah bergidik ngeri melihat wajah Kenzo saat ini. Akhirnya dia memilih diam dan tak ikut campur dengan urusan Frangky juga Kamila.
"Agatha, kau keterlaluan!!" bentak Frangky lagi.
"Kau yang keterlaluan, jaga selingkuhan mu itu. Jika dia masih terus mengusikku jangan salahkan aku jika aku tega dengan nya!"
Kamila mengepalkan kedua tangannya, belum sempat dia membalas makian Agatha sudah terdengar lagi suara Agatha.
"Awalnya, aku ingin bersikap lunak pada kalian dan membiarkan kalian menikmati apa yang sudah kalian ambil dariku. Tapi karena mulut kalian menjijikkan, aku akan bawa semua masalah ini ke jalur hukum. Terutama ketika kalian memakai kartu milikku sesuka hati kalian. Dan kau Kamil, siap siap kau di jemput petugas kepolisian karena selingkuh di rumah ku, kau juga mengambil kartu milikku serta membelanjakannya tanpa ijin!"
Mata Kamila melotot, dia mulai ketakutan karena seperti nya Agatha tak main main dengan apa yang dia katakan.
Sedangkan Agatha setelah mengatakan semua itu dia pergi begitu saja dari sana.
Emma yang melihat Agatha pergi menjauh segera menyusul. Begitu juga dengan Ethan dan Kenzo.
Tapi langkah Ethan berhenti lalu kembali berbalik ke arah Frangky.
"Kalau aku tak salah ingat, beberapa waktu yang lalu kau menabrak seseorang sampai meninggal di jalan raya kota tak jauh dari sini. Bagaimana jika aku membantumu untuk bertemu dengan keluarga korban yang sampai saat ini sedang mencarimu?"
Mata Frangky membulat sempurna, dia menatap Ethan tak percaya karena Ethan bisa tahu tentang rahasia yang dia jaga.
Setelah mengatakan itu, Ethan pergi menyusul Emma juga Agatha. Ternyata Emma membawa Agatha ke cafe yang ada diseberang. Masuk ke dalam ruang Private agar Agatha bisa menenangkan dirinya.
Sementara Frangky dan Kamila masih membeku di tempatnya. Sarah yang tak mengerti langsung memukul Frangky juga Kamila.
"Sebenarnya apa yang kalian perbuat hah? Apa yang kalian sembunyikan dan aku tak tahu? Jika sampai kalian berurusan dengan pihak kepolisian, habislah kita semua. Ingat Frangky, penjualan baju di toko Agatha mulai menurun akhir akhir ini. Jika itu terus terjadi kita tak punya sumber pemasukan lagi. Dan kau tahu apa artinya itu!"
to be continued