Disa, Naima dan Raja sudah sampai di kafe yang memang ingin mereka tuju. Awalnya, bukan bangku yang sekarang mereka duduki yang diinginkan oleh Raja untuk ia duduki bersama Disa, karena ia sudah memilih sendiri tempat duduk yang strategis yang bisa mereka tempati berdua. Obrolan yang serius dan pribadi juga sudah dipersipkan oleh pria itu. Akan tetapi kehadiran Naima sudah merusak semuanya. Mereka pun duduk di kursi masing-masing. Naima memilih duduk di samping Raja dan Disa duduk di depan Raja. Gadis itu jadi canggung karena seolah ia jadi obat nyamuk di sana. Coba kalau ada Yasmin dan Fielda, mungkin keadaannya akan berubah membaik. Tapi Disa masih tetap berusaha santai dan bersikap biasa saja. Tidak lama, sang pramusaji pun datang memberikan buku menu. Disa, Naima dan Raja mulai membu

