29

1540 Kata

“Iya, ini lagi istirahat sebentar. Makanya gue sempetin kasih kabar ke lo. Soalnya nanti nggak boleh nyalahin ponsel dulu,” tutur Biru pada Rasi yang berada di seberang sana. Dengan senyum, Rasi mengangguk percaya. “Aku takut kamu pergi lagi.” “Rasi... Mulai sekarang lo nggak perlu lagi takutin hal itu.” “Atas nama Langit Sabiru?” “Ayo, Nak.” Seketika Rasi mengernyit. “Yang tadi itu mirip suara bunda kamu?” “Bukan, bukan,” elak Biru. “Udah, ya, Ras. Gue tutup dulu teleponnya.” “Oh? Iya. Have fun.” “Thank you.” Biru bernapas lega. Dengan cepat ia segera memutuskan sambungan teleponnya dangan Rasi. Nyaris saja ketahuan kalau dirinya berbohong. Ketahuan kalau kenyataannya, ia memang tidak ada acara Study Wisata. Melainkan hari ini jadwalnya Biru untuk radioterapi. Dan berhubung dampa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN