30“Aw! Sakit!” “Iya-iya, maaf,” pinta Kejora. “Ini gue udah pelan-pelan padahal.” Mereka berdua duduk di salah satu pinggir ranjang UKS. Dengan kesabaran sepenuh hati, sangat pelan-pelan sekali Kejora berusaha mengobati luka di ujung bibir Bintang menggunakan sebuah kapas yang sudah ditetesi obat merah. Begitu fokus Kejora memerhatikan detil luka Bintang. Hingga ketika pandangannya bergeser sedikit saja, detik itu juga fokusnya membuyar. Dada Kejora berdegup kencang, hampir loncat dari kurungan rusuknya. Ketika secara tidak sengaja melihat bibir Bintang untuk pertama kalinya dari jarak yang sedekat ini. Diam-diam, sambil berlagak mengobati, Kejora mencuri kesempatan dengan menyentuh sedikit bibir itu dengan ujung ibu jarinya. Meskipun tidak disangka hal tersebut malah membuat jantungnya

