EPILOG Leon menegaskan pandangannya, saat tiba-tiba ia mulai meragukan kemampuan matanya tepat ketika dirinya keluar kelas dan mendapati sosok Biru berdiri persis di depan pintu. “Udah ngampus aja lo. Emangnya udah membaik?” tanyanya, heran. Biru mengangguk santai. “Lumayan.” Sembari berjalan beriringan menuju keluar, Leon juga bertanya lagi, “Udah ketemu Rasi?” Kali ini Biru menggeleng. “Belum.” “Temuin-lah.” “Nggak dulu.” “Maksudnya?” “Nggak sekarang.” “Kenapa?” “Takut hidung gue kumat lagi di depan dia. Gue nggak mau itu terjadi.” “Oh, iya juga, sih,” balas Leon, dapat mengerti. “Habis ini lo ada kelas Pak Handoko?” Kini giliran Biru yang bertanya. “Ada. Kenapa?” Leon menjawab sekalian bertanya balik. “Tapi nanti di jam terakhir.” “Kalau gitu gue titip tugas di lo aja, d
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


