Dari kamar, Biru beranjak ke ruang tamu, setelah sebelumnya sang Bunda mengetuk pintu kamarnya dan memberitahu bahwa ada seorang teman yang mencarinya. Karena Biru pikir yang datang tidak lain adalah teman kampusnya, ia merasa tidak masalah untuk itu. Namun tepat saat kakinya memijaki ruang tamu, tiba-tiba Biru tertegun dan tidak lagi sanggup melanjutkan langkahnya, ketika ternyata seseorang yang dilihat pertama kali olehnya tidak lain adalah Rasi. Biru membeku. Jangankan untuk menghindar, untuk menggerakkan kaki barang satu senti saja kali ini ia kesulitan. Tidak tahu kenapa, seketika Biru lupa bagaimana cara menggunakan persendian seluruh tubuhnya, karena yang bisa ia lakukan hanyalah memandangi gadis itu tanpa kata. Rasi beranjak dari duduknya saat menyadari keberadaan Biru. Dengan l

