Kampus kian sepi, satu persatu mahasiswa, dosen dan para pekerja kantin pulang, hanya menyisakan beberapa pasangan yang asyik meracik kebersamaan. Jhon duduk berjauhan dari Alpha yang sedang bersama dengan Jingga, di tangannya nampak sebuah novel. Buku itu sebenarnya hanyalah menjadi kamuflase karena kewaspadaan terhadapa keselamatan Alpha sedetikpun tidak lekang, dia tidak mau sesuatu terjadi kepada majikannya. Jingga melihat jam yang ada di dinding kantin tempatnya kerja, jam 17.10 WIB terlihat di sana. Kini tersisa hanya dia yang karyawan kantin dan masih ada, teman kerjanya sudah lebih dari sejam lalu pulang. “Kamu mau pulang?” ujar Alpha yang seolah membaca apa yang ada di benak gadis itu. “Iya, Kak.” Jingga melengkapi kalimat pendeknya dengan sebuah anggukan. “Bagaimana jika kit

