Hari sudah mulai gelap, aku membuka pintu dan masuk dengan rasa lelah yang luar biasa. Aku sedikit mengedarkan pandangan melihat suasana rumah yang seingatku tadi masih berantakan kini sangat bersih rapi. Mataku sangat berat, beberapa hari ini aku tengelam dengan pekerjaanku untuk mengalihkan kesedihan. Tubuhku terjatuh ke kursi berbantal tas, sejenak aku meredakan rasa lelah dalam keheningan. Ku ambil dua kartu undangan dari Sasha yang di tunjukan untukku dan Tony, dia memberikannya hari ini. pesta pernikahannya akan di gelar tiga hari lagi. Aku sempat meminta Sasha memberikannya sendiri, tanpa memberitahu jika hubungan kami sudah berakhir seminggu yang lalu. Namun Sasha tidak mau mendengarkan keingiannku. Mungkin sebaiknya aku mengirimkannya pada salah satu restorantnya, dengan begit

