Suasana canggung yang tidak menyamankan semakin meningkat, hatiku sakit melihat kesedihan dan rasa malu di wajah Fayra. Diam-diam dia mengusap air matanya dan di tenangkan Luna. “Kuenya sudah datang. Sebaiknya kita bicarakan masalah ini nanti” tante Anita tampak sedih, dia membantu mengambil kue yang di bawakan Bi Osah dan menempatkan kue ulang tahunnya di tengah meja. Aska diam di tempatnya, dia terlihat murung dan banyak diam. Dia terlalu banyak minum alcohol hingga wajahnya agak memerah. Tony menyalakan lilin dan kami mulai bernyanyi. Kecanggungan sedikit terobati saat tante Anita memotong kue dan membaginya kepada semua orang. Aku membantu membagikan potongan kue kepada asisten rumah tangga, hingga supir dan tukang kebun. “Terimakasih Tante” aku mengambil kue bagianku. “Ini cokel

