Tanpa terasa air mataku jatuh. Sial, aku tidak mau menangis dan membuang waktuku dengan wanita seperti itu. Tony mencengkram bahuku dengan kuat. “Anda benar, saya meminta maaf atas nama isteri saya. Hari ini saya mengerti jika isteri saya cemburu karena saya terlalu dekat dengan wanita di luar jam kerja saya. Mulai sekarang jangan pernah mendatangi rumah kami lagi, mulai sekarang jangan bicara dengan saya lagi karena saya harus menghormati dan menjaga perasaan isteri saya. Dia satu-satunya wanita yang paling saya cinta selain Ibu saya, karena itu saya akan melakukan apapun untuk menjaga kepercayaannya agar tidak menangis lagi.” Air mataku kembali terjatuh, aku merasakan kelegaan yang sempat menyumbat. Wajah Mba Siska memucat, beberapa orang di sekitarku berbisik berbicara entah apa. Waj

