BAB 22 : Janda Sialan

2884 Kata

“Kamu makan obat apa?.” Aku membeku, dia menatap tajam aku. Dia tengah serius, dia berbicara sebagai seorang dokter, bukan kekasihku. “Eiko, aku tanya sekali lagi.” Tekanan nada suaranya semakin menajam membuatku merasa takut dan terintimidasi. “Kamu minum obat apa?.” “Dumolind” jawabku pada akhirnya. Ekspresi pertama Tony adalah terkejut, dia melihatku seperti sebuah benda yang tidak masuk akal dan tidak dapat di mengerti dengan beberapa kali melihatnya saja. “Berapa lama?.” Aku mendengar geraman amarah di suaranya. Aku bergerak memunggunginya. “Delapan bulan” jawabku sedingin mungkin, mungkin bagi dia aku berlebihan tidak dapat menangani kecemasanku yang berkepanjangan dengan sikap bijaksana. “Bagaimana bisa kamu mengkonsumsinya seperti ini?, ini bukan obat sembarangan Eiko. Sejak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN