Sialan Mba Siska!Aku tidak peduli dengan masalahnya, masalahku adalah pakaiannya. Mengapa dia tidak ganti pakaian terlebih dahulu sebelum kemari?, dia datang di tengah malam dengan pakaian seksi seperti ini. Apa tujuannya?!. Aku menengok ke belakang dan melihat Tony yang masih duduk tanpa bergerak, “Tony, ada yang nyari kamu” panggilku dengan ketus. Tony beranjak, wajah sedihnya masih terlihat ketika aku menatapnya garang. Tony segera beranjak dan pergi menemui Mba Siska “Ada apa?” Tanyanya dingin. Mba Siska lagsung memegang tangan Tony dan menangis, “Pak Anthony, tolong Zahra. Dia kejang-kejang dan kesakitan.” “Panggil ambulance” Tony menepis tangan Mba Siska. “Tolong lihat anak saya sebentar saja, saya sudah menelpon ambulannya, saya sangat khawatir.” Kukuhnya memelas. Tony melih

