BAB 20 : Warna Warni

3386 Kata

Angin bergerak menerpa pohon di depan rumahku, langit sedikit gelap meski tidak mendung. Aku memasukan mobil ke dalam halaman ketika melihat mobil Tony ada di rumah. Kepalaku masih terasa pusing karena tidak mengkonsumsi apapun, aku hanya berpamitan pada Eric dan langsung pulang sendirian ke café tempat dimana aku meninggalkan mobilku. Eric sempat menawarkan diri untuk mengantar, namun aku menolaknya. Adiknya masih menangis dan tidak ingin jauh darinya, ayah Eric masih dalam perjalanan pulang dari Belanda. Dia harus menjaga ibu dan adiknya. Aku keluar dari mobil dengan sedikit tertatih-tatih, mataku sangat sakit karena kekurangan darah.  Aku perlu makan dan meminum obat. Langkahku terhenti di depan teras, melihat sebuah motor sport baru terlihat gagah dan mentereng disana. Motor siapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN