Dokter Vina melihat hasil rongtenan milikku, dia juga memeriksa dan menanyakan keluhan yang aku rasakan. “Eiko, ini radang pembuluh d**a. Kamu harus istirahat total karena ini berbahaya. Kamu datang sudah sangat terlambat.” Radang pembuluh d**a?, pantas saja pernafasan di paru-paruku perih. Kekhawatiran semakin menumpuk di dadaku, aku tidak pernah berfikir jika sakitku akan sejauh ini. Aku sudah terlalu lama membiarkannya hingga penyakitku semakin bertambah buruk. “Kamu sedang datang bulan?” Tanya dokter Vina lagi. “Tidak dokter.” “Sebaiknya kamu juga perlu melakukan pemeriksaan lain. Detak jantung kamu tidak normal, apa kamu mengkonsumsi obat tertentu?.” Tanganku langsung berkeringat dingin, aku tidak ingin mengatakan ini. ini terlalu tabu, aku tidak mau jika dokter Vina beranggapa

