“Eiko, aku bicara serius lho suka sama kamu. Aku juga bicara serius berharap kamu dan Anthony putus.” Bisik Eric yang berhasil membuat tubuhku menegang kaku hingga tanganku gemetar. Aku menurunkan handponeku seketika dan menatap Eric setengah gugup, aku tidak suka mendengar kata-katanya. Dia membuatku bingung apakah Eric benar-benar bicara serius atau hanya sekadar bercanda. “Dengar ya Eric, aku enggak keberatan kalau kamu mau bercanda. Tapi kamu harus tahu, kalau suatu saat nanti jika kamu bicara serius, tidak akan ada yang percaya sama kamu.” Ucapku setenang mungkin, meski sejujurnya aku berubah menjadi gugup atas apa yang dia ucapkan barusan. Senyuman Eric memudar, dia menatapku terasa sangat dalam. Genggaman di handponeku semakin kuat hingga aku tidak merasakan getaran nada telep

