JALAN TERBAIK 19

1218 Kata

# Prisil . . . Tidak salah jika Alif memilih Dinda. Dia lebih segalanya dari aku. Wanita soleha yang kelak bisa menghargai Alif dengan tulus. Aku tersenyum getir mengingat rapatku dengan Dinda hari ini. Sangat sakit mengetahui kenyataan selamanya aku dan Alif tidak bisa bersatu. "Mbak ... Mbak Lia!" Panggil salah satu karyawanku. Aku tergagap dan mengerjapkan mataku berkali-kali. "A-iya ada apa Lisa?" "Ada pelanggan katanya mau ketemu sama Mbak Lia!" "Siapa Lis?" "Kurang tau Mbak. Tapi kalo di liat sih kayaknya orang kantoran Mbak. Katanya mau pesen bingkisan banyak tapi mau ketemua ownernya!" Aku tersenyum mendengarkan penjelasan Lisa. Memang tak sedikit yang meminta bertemu langsung denganku. "Ya udah..segentar lagi aku ke depan!" "Iya Mbak. Permisi!" Pamit Lisa lalu kemba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN