JALAN TERBAIK 21

1676 Kata

#Prisil . . . Aku serasa terbang mendengar kata-katanya. Hatiku hangat. Beruntungnya aku di cintai olehnya. Cinya yang benar-benar tulus walau cobaan yang bisa dilakukan dia tetap menyimpan rasa yang sama. "Alif? Prisil?" Suara itu membuatku kaget disediakan Alif. Spontan pelukan kami terlepas. Mataku membelalak saat melihat sosoknya. "Bunda?" Ucap kami hampir bersamaan. Lututku bergetar dan jantungku berdetak semakin cepat saat kulihat Bunda berjalan pelan menghampiri kami. "Ada yang ingin kalian jelasin sama Bunda?" Aku menunduk takut. Sementara Alif langsung menyahut. "Aku yang akan jelasin Bun ..!" Bunda lalu duduk dan Alif menarik pundakku lalu mengajakku duduk. Aku dan Alif duduk bersebelahan. Bunda duduk di seberang menghadap ke Arahku dan Alif. Aku sama sekali tak ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN