“Gi ... lagi apa?” Lelaki yang pakai kaus dalam putih itu sejak tadi tampak sibuk di depan televisi di kamar baru kami. Dia yang tadi siang minta dikasihani banget wajahnya, sekarang terlihat penuh daya hidup. Stamina yang dia buang percuma cuman buat nongkrongin televisi yang tidak menyala. Dia mengotak-atik kabel juga remote televisi yang un-faedah banget pokoknya. “Kamu sadar nggak sih istri yang katanya kamu sayaaang ini lagi hamil?” “Apa sih, Ay?” Dia berdiri. Laki-laki yang menikahi anaknya Pak Hadi itu gayanya santai banget malam ini. Kakinya yang sarang bulu hanya ditutupi sepotong celana kolor sport pendek warna merah hati. Kelihatan sedang merayakan tujuh belasan si calon bapak itu. Putih merah seperti seragam anak SD. “Ya apa kek, pijat kek istrinya yang lagi capek. Mas

