28 | Ma, Aku Juga Anakmu

2937 Kata

  “Ayla! Buka pintu! Kamu ngapain di dalam sana?” Teriakan Mama terdengar sayup-sayup dari kamar mandi. Pintu tidak kututup karena kamarnya yang dikunci. Ergi sudah pergi ketika subuh. Aku yang malas diganggu Mama, memilih pura-pura tidur macam orang mati. Sayangnya harus terbangun oleh rasa mual ini. Kami—aku dan suamiku—tadi malam saling menguatkan. Ergi bisa diandelin banget sebagai pasangan. Dia bikin aku tidak terlalu marah ke Mama dan dengan patuhnya aku ikut saja. Kata-kata Ergi bagaikan sihir yang membuatku tetap sabar terhadap sikap Mama. Semalam Ergi makan sayur brokoli yang aku buat dengan lahap. Untuk rasanya, Ergi bantu menyicipi sehingga masakanku di malam buta masih bisa diterima oleh usus. Kami makan berdua dari satu piring dengan Ergi yang menyuapi. Ya ... terasa s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN