Terpukul sih terpukul karena enggak jadi kawin, tapi jangan menyiksa anak lo juga! Aku ingin bilang seperti itu kepada Sayla. Dia semakin enggan memberi asupan untuk tubuhnya. Malas sekali turun untuk makan bersama. Mukanya ditekuk terus, jarang tersenyum. Lo ingat nih, ya, Sayla yang dulu akan selalu menebar senyum kepada siapa saja. Seolah hidupnya tak terjangkau oleh masalah. Sebab apa pun yang dia lakukan dan yang dia dapat, selalu dia hadapi dengan sabar dan lapang d**a. Kalimat itu selalu tertelan di dalam bibir saja karena Mama. Apa saja yang keluar dari mulutku akan selalu salah di telinga istrinya Tuan Hadi. Padahal, maksudkukan khawatir gitu sama adik. Walau kadarnya cuman sedikit. Maduka istrinya Paduka Hadi selalu membalikkan kesalahan kepadaku. ”Kamu pasti senang meliha

