30 | Ide G*la Demi Kemaslahatan Hati

2378 Kata

  Mataku perlahan-lahan menemukan cahaya. Awalnya silau sekali sehingga berkedip-kedip. Setelah memejam lagi selang beberapa detik, penglihatanku bisa menangkap bayangan di sekitarku. Bertepatan dengan itu terdengar tangisan. Lengan kiriku terasa ditindih—dipeluk. ”Ayla! Ay!” Aku baru saja terbangun dari tidur yang panjang, tetapi mengapa bagai di alam mimpi lagi? Tak percaya bahwa suara yang memanggil-manggil itu milik Mama. Dia jugalah yang memeluk lenganku dengan merebahkan kepala di tempat tidurku. Saat ini posisi Mama setengah membungkuk. Jelas terlihat bekas tangisan di balik kacamatanya. Juga hidungnya yang semerah strawberi. Meskipun demikian, wanita yang pernah kutampangi rahimnya itu tetap cantik. ”Apa yang terjadi? Bagaimana anak Ay?” Sontak aku meraba perut saat teringat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN