"Gimana, Lexa, kamu nggak kebagian pegang dong,"kata Felllycia merasa bersalah, karena wanita itu sangat menginginkan seorang anak dan dulu ia sangat membantu merawat kehamilan dirinya. "Aku sudah hamil, Kak,"bisik Alexa. "Oh ya? Syukurlah." "Iya." Alexa memeluk Fellycia dengan haru. "Baiklah, semuanya kami pergi dulu untuk ambil tes DNA ya!" "Semoga sukses!"ucap David yang berdiri di sebelah Hans. Adam, Evans, Kevin, dan Nathan pergi. Tentunya hati mereka saat ini sedang resah menanti sebuah jawaban. Sepanjang jalan mereka hanya bisa diam, larut dalam pemikiran masing-masing. Sesampai di sana, mereka duduk dengan rapi, mendengarkan hasilnya. "Ini adalah kasus SuperfecundationHeteropaternal, dimana bayi kembar memiliki ayah yang berbeda." Kalimat pembuka itu membuat hati keempat pr

