"Apa yang terjadi sama kamu, kok pucat begini?" tanya Regan serius. Hari ini dia lebih dahulu pulang dari Mita, tapi begitu melihat istrinya juga pulang. Regan langsung menghela nafasnya dengan kasar, rasa cemas langsung menyelimutinya, terlebih saat menyentuh dahi istrinya. "Kamu demam?" tanya Regan bertambah cemas. Mita langsung menggelengkan kepalanya dan melewati suaminya, kemudiaan duduk di atas kasur. Dia merasa letih dan tak sanggup berdiri lama. "Aku nggak demam. Hari ini memang cuacanya saja yang agak panas, dan jadwal aku yang lumayan padat. Jadi lumayan capek juga," jelas Mita. Hal itu sama sekali tak membuat Regan, dia bahkan sudah menghubungi dokter untuk memeriksa kondisi Mita. Menyadari hal itu Mita cuma pasrah. Lalu saat dokternya tiba, memeriksa dan memvonis peny

