Bab 75. Bayi Kembar

1052 Kata

"Masuk! Apalagi yang kau tunggu?!" ujar Regan dengan dingin. Ternyata dia masih marah, namun tak bisa lepas tanggung jawab. Mita mengandung anaknya, dan anak itu butuh perhatian ayahnya. Regan bahkan merasa bersalah, karena kesibukannya membuatnya sampai lupa soal kandungan Mita. Mengapa perut istrinya tumbuh begitu cepat. "Sama istri sendiri ngomongnya ketus, kamu masih mikirin foto itu, Mas?" tanya Mita. Regan diam dan tak menjawab. Suara Mita seperti angin lalu dan tidak berarti apapun baginya. Membuat Mita kesal, meski akhirnya dia menurut. Di rumah sakit, mereka segera menunggu antrian setelah melakukan prosedur sebelum periksa. Salah satu ibu hamil yang juga menunggu di sana, membuat Mita sempat iri. "Lihatlah pasangan itu, suaminya keliatan perhatian sekali!" ujar Mita sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN