"Ayo sayang, abis ini kita tidur," ujar Mita tanpa melirik suaminya. Bukan pasrah, tapi Mita sedang malas meladeninya. Hampir satu Minggu, tapi Regan masih saja dingin. Mita pikir dia lebih baik jadi pria pemarah seperti biasanya, daripada diam dan keliatan angkuh. "Bukan langsung tidur, Mama. Harus cek pekerjaan rumah apa ada, terus gosok gigi dan cuci muka," jelas Alana. "Pintar, anak Mama memang cerdas," puji Mita sambil mengusap puncak kepalanya. Regan memperhatikan interaksi keduanya dan diam-diam memperhatikan Mita sesuai ucapan Mamanya beberapa hari lalu. Saat itu dia memang membangkang, tapi percayalah Regan anak penurut. "Ayo, Ma," ajak Alana. Keduanya pun ke kamar gadis itu dan melakukan serangkaian kegiatan sebelum tidur. Begitu Mita melihat anaknya mengantuk, Mita p

