"Jangan seperti ini, aku mohon!" Lia frustasi dengan apa yang terjadi padanya. Dia masih syok akan kejadian beberapa waktu lalu, dimana Mita memergokinya dalam bilik toilet yang sama dengan Angga. Entah apa yang akan dijelaskan, dan bagaimana caranya menunjukkan muka dihadapan sahabatnya itu. "Lalu seperti apa?" jawab Angga santai. Pria itu terlihat datar dan bahkan kejadian beberapa saat lalu, hal itu seolah masalah sepele. Dia tak perduli dipergoki oleh Mita yang merupakan mahasiswinya sendiri, sekaligus istri temannya itu. Apalagi seandainya jika orang lain, maka Angga semakin tak perduli. "Pak Angga bisakah kita kembali seperti semula, tidak saling mengenal? Aku merasa yang terjadi antara kita itu tak pantas, dan apakah kamu tidak malu meniduri mahasiswimu sendiri?" Angga meng

