Sekarang Dinda dan Refan berada dikantornya Refan. Dinda merasa dirinya nggak pantas untuk masuk ke dalam kantor Refan. Dinda insecure melihat perusahaan Refan yang bertingkat, luas dan sangat Bagus. "Ayok kita masuk yang." Ajak Refan ke Dinda. "Tunggu bentar." Ucap Dinda. "Apa yang mau di tunggu lagi? Ayok kita masuk aja." Ucap Refan mengandeng tangan Dinda masuk kedalam kantornya. Setelah Refan masuk kedalam kantornya entah kenapa aura kepemimpinan nya keluar, nggak ada Refan yang konyol dan Refan yang childis, tetapi malahan Refan yang sudah dewasa dan serius. Sampai Dinda di samping Refan sampai tidak mengenalinya. "Selamat pagi pak." Sapa resepsionis ke Refan. "Pagi." Balas Refan dengan wajah serius nya. Dan banyak sekali karyawan yang ada dikantornya menyapa Refan dan bertany

