Aku menatap layar gawai lama. Ini sudah panggilan yang kelima, tapi Nasha tetap tidak menjawab. Apa dia meninggalkan benda penting itu? Mataku melirik jam. Pukul 12.10 WIB. Ini sudah waktunya makan siang. Bukankah tadi dia yang ingin keluar denganku? "Kak Nasha tidak bisa dihubungi?" tanya Sean sambil menunjuk gawaiku dengan dagunya. Aku mengangguk singkat. "Sudah coba menelepon kantornya?" "Itu sedikit memalukan," keluhku. Aku sudah menimbang-nimbang hal itu tadi, tapi rasanya tidak perlu. Nasha pasti akan menghubungi sebentar lagi. Bisa jadi dia hanya pergi keluar sebentar. Atau dia sedang ke kamar mandi. Wanita membutuhkan waktu lama saat berada di sana, bukan? "Tapi wajah Kakak itu terlihat tidak sabar. Sebaiknya Kakak menelepon kantor Kak Nasha sebelum Kakak merasa rindu," cibir Se

