“Terima kasih sudah menyetujui usulku untuk pergi ke kebun binatang. Padahal Mas capek.” “It’s okay, Baby. Aku bahagia melihatmu bersenang-senang hari ini.” “Benarkah? Tapi Mas dari tadi bengong.” “Aku sedang memikirkan masalah lain.” “Memangnya apa yang Mas pikirkan?” “Soal gadis itu. Aku jadi penasaran.” “Gadis? Gadis yang mana?” “Gadis di kebun binatang.” Buah yang tadinya mau aku makan, mengambang di udara. Aku meletakkan kembali ke piring saat selera makanku menghilang. Perlahan, aku menoleh pada Axel yang ternyata tengah menerawang. Dia bahkan tidak merespons ketika aku menyentuh pelan lengannya. Mata suamiku itu mengarah ke satu titik. Axel tidak sedang memikirkan gadis yang tadi dia bicarakan, bukan? Lagi pula siapa yang telah membuat Axel bersikap tidak biasa begitu. Baru

