Ekstra Part 12: Axel

1817 Kata

Mataku masih menyaksikan keramaian Jakarta yang terlihat dari gedung kantorku. Aku menghela napas untuk ke sekian kalinya. Ternyata aku memang sulit menemukan bagaimana cara membuat Nasha terkesan. Payah sekali. Sudah berapa tahun aku mengenal Nasha? Tapi aku bahkan belum bisa mengerti istriku. Sebenarnya itu bukan kalimat yang tepat. Aku bukan tidak mengerti Nasha. Aku hanya bingung bagaimana mengungkapkan perasaan padanya. Sudah aku bilang kalau menangani wanita bukanlah keahlianku, bukan? Terlalu banyak hal yang harus dipahami di saat mereka diam tanpa penjelasan. Nasha juga punya kebiasaan begitu. Dia akan mendiamkanku jika aku melakukan kesalahan. Padahal dia bisa mengatakan hal itu. Aku lebih menyukainya, daripada harus menebak-nebak jalan pikiran Nasha yang rumit. Semakin lama hid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN