Epilog

1056 Kata

“Sha, kamu yang tenang, ya. Ada aku di sini,” kata Axel seraya membelai jilbabku. Aku tersenyum. Sejujurnya, yang harus tenang sekarang adalah Axel, bukan aku. Sejak dia muncul, wajah tampannya terlihat pucat. Aku sudah berulang kali bilang kalau semua baik-baik saja, tapi dia terus bertanya tentang keadaanku. Dia juga berusaha menenangkanku dengan kata-kata yang indah, padahal dia sendiri yang diserang rasa panik. Aku memang sedikit tegang menghadapi persalinan kedua ini, tapi tidak terlalu takut seperti saat melahirkan Ares. Sekarang aku tahu kalau banyak orang yang menyayangi dan menanti kelahiran anakku, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Setelah empat tahun, akhirnya aku kembali menikmati anugerah dari Allah berupa titipan malaikat kecil. “Sayang, kamu baik-baik saja?” Axel b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN