"Kamu masih belum bisa menerima kehadiran Dimas, Mawar?" Mawar mengembuskan napas setelah mendengarkan suara tersebut. Otaknya berpikir keras, keras sekali karena tidak habis pikir dan tidak bisa mencerna mengapa Ibu masih menanyakan hal yang jawabannya saja sudah jelas? Bagaimana ia bisa menerima Dimas, dia laki-laki yang sama sekali tak pernah Mawar harapkan menjadi suami. Terlebih, dia adalah mantan suami Kak Lily. Sampai kapanpun, meski diusahakan dan diperjuangkan sekeras apapun, perasan Mawar kepada Dimas tak akan pernah tumbuh. Di balik semua itu, ia tak menyukai bagaimana perlakuan Dimas kepadanya. Tak pernah menghargai, tak pernah didengarkan, selalu merasa benar sendiri, Dimas adalah laki-laki aneh yang tidak akan pernah bisa Mawar mengerti. "Bu, kalau Ibu dipaksa nikah sama

