35. Masalah Liam

1805 Kata

Khansa merenung di kamarnya, teringat percakapan dengan bosnya kemarin malam sebelum pagi ini pria itu berangkat kembali ke Singapura. “Aku mau ngasih sesuatu buat Pak Bos Liam,” ungkap Khansa. Malam ini mereka pergi makan malam bersama. “Apa?” tanya Liam penasaran. Khansa menyerahkan kotak kecil kepada bosnya itu dan pria itu membukanya. Di dalam sana terdapat sebuah gantungan kunci berbentuk hati berinisial K dan L. “Sebenarnya aku mau ngasih tahu kalau aku menyukai Pak Bos Liam. Bukan suka sebagai karyawan dan atasan, tapi sukaku seperti antara wanita ke pria. Apa Bos Liam punya perasaan yang sama sepertiku dan mau menjalin hubungan serius denganku?” Khansa sebenarnya malu mengatakan ini. Namun, tak ada salahnya ia mencoba. Dia takut nantinya tidak akan bisa mengatakan perasaannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN