Keponakan Sahabatnya

1095 Kata
Al meraba tempat tidurnya, dimana Ayu tidur bersamanya setelah mereka berdua menghabiskan malam panjang bersama. Al membuka mata tajamnya, saat dia tidak menemukan gadis yang semalam ada disamping nya, Al bangun dari rebahannya. Al tampak kesal, tidak menemukan Ayu. "Kemana bocah semalam" batin Al dengan turun dari atas ranjang Al memungut semua pakaian yang berserakan di atas lantai dingin kamar, yang dia sewa disalah satu club malam kalangan atas. Al memakai celana bahan dan juga kemeja yang dia kenakan semalam, Al merasa dirugikan Ayu, dia ingin mencari tau semua tentang Ayu. Al melangkah ke arah laci tidak jauh dari ranjangnya, Al mengambil ponsel miliknya. tepat saat Al mengangkat ponselnya, dia menemukan secarik kertas kecil dibawa ponsel miliknya. Al mengambil secarik kertas yang tertulis nama Ayu dan nomor ponsel Ayu. "Bocah, kamu sengaja meninggalkan ku disini, setelah semalam mempermainkan ku" batin Al dengan merasa dirinya sangat konyol dan pemuas hasrat bocah tengil. Hah.. Al membuang napas kasar, dia merasa sangat lelah, Al ingat gadis semalam masih terlihat sangat mudah, Al menduga kalau Ayu masih belum selesai menempuh pendidikan. "Kamu ingin main-main, okay" lirih Al dengan memasukkan nomor ponsel Ayu ke ponsel miliknya. Al tidak membuang waktu, dia langsung mengirim chat pada Ayu, sedangkan Ayu yang ada di kampus, dia merasa ponselnya bergetar, Ayu merogoh saku kemeja putih sekolah yang dia kenakan. Ayu membuka ponselnya, dengan sangat hati-hati, Ayu tidak ingin ponsel baru miliknya di rampas lagi, karena ketahuan main ponsel disaat jam pelajaran. Ayu menatap nomor baru yang tidak dia kenal, Ayu membuka app hijau yang ada di ponselnya! Ayu ingin tau siapa yang mengirim chat padanya. "Emmm, ternyata uncle semalam" batin Ayu seolah tidak ada beban di dalam hidupnya. Kejadian semalam, Ayu tidak terlalu memikirkannya, Ayu menganggap kejadian semalam pelajaran untuk dirinya, agar lebih berhati-hati dengan teman terdekatnya. Mungkin sedikit terbesit rasa kesal di dalam diri Ayu, setelah dia kehilangan mahkotanya, tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terlanjut, piring yang sudah pecah, tidak akan mungkin bisa di kembalikan menjadi utuh lagi. Kini Ayu, tidak ingin terbebani rasa takut, ternoda di dalam dirinya, toh dia masih hidup sampai saat ini, itu lah yang ada di dalam pikiran pintar Ayu saat ini. Ayu tidak takut dirinya akan hamil di luar nikah, bahkan Ayu tidak punya pikiran sejauh itu. Ayu, kembali mengantongi ponselnya. setelah dia membaca dan membalas pesan dari Al, dimana Al ingin bertemu dengan Ayu. Ayu mengatakan akan menemuinya setelah pulang dari sekolah. Balasan yang di kirim Ayu untuk Al, membuat Al sangat tidak percaya dengan Ayu yang masih duduk di bangku kuliah. "Dia bukan lagi masih labil, tapi dia bocah ingusan" batin Al dengan tampak sangat lelah dan lemas, setelah membaca balasan dari Ayu. Belum juga Al tenang, setelah membaca balasan pesan Ayu, Al kembali dikejutkan dengan informasi yang dilaporan anak buahnya, tentang Ayu. "Tuan, ini semua informasi yang saya dapatkan" ucap Evan Labio, Asisten pribadi Alexio Dratama. "Katakan saja" sahut Al "Nama gadis di club Ayunda Relanda, putri dari mendiang Nyonya dan Tuan besar Relanda, kini Nona Relanda diasuh oleh sahabat baik anda, Tuan Muda Relanda" singkat, jelas padat. Al mendongak menatap Evan yang ada diseberang mejanya, Al menatap dengan tatapan sulit di jelaskan, tatapannya, mengandung pertanyaan, mengandung ketidak percayaan dengan apa yang dia dengar. "Katakan lagi??" pinta Al. "Nona Relanda, masih duduk dibangku kuliah bisnis, Nona Relanda, terkenal dengan kepintaran, kecantikan, kecerdasan, kecakapan, dan yang paling dewan dan para dosen ingat setiap harinya. Nona sangat bar-bar" ucap Evan. "Bukan itu yang ingin aku dengar" sahut Al "Lalu, Yang bagian mana Tuan??" tanya Evan dengan bingung. "Awal" Al langsung saja, tidak ingin bertele-tele dengan Asisten nya. "Maksud anda Tuan muda Relanda??" tanya Evan memastikan pertanyaan Al. "Dia keponakan Rocky??" Al mengulang dengan nada santainya, Al belum menyadari dengan apa yang dia katakan dan dia dengar dari Evan. "Iyah, Tuan" sahut Al. "Siapa??" tanya Al lagi "Tuan Muda Rocky Relanda" sahut Evan Brakkk.. Al menggebrak meja dengan sangat kencang, membuat meja kayu dengan ukiran naga di atasnya retak, Al tidak menyangka bocah ingusan yang tidur bersama dengannya, keponakan sahabatnya. Al menatap Evan yang ada didepannya dengan tatapan bingung, kesal, dan juga merasa dirinya sangat bodoh. "Jadi, bocah itu yang di lindungi Rocky selama ini??" ucap Al tidak menyangka Al jelas sangat tau dengan jelas, Rocky sahabatnya, dia sangat mencintai dan menyayangi keponakannya! Rocky bahkan tidak membiarkan pria mana pun, mendekati Ayu selama ini. Banyak kolega bisnis Rocky yang ingin mendekatkan dengan anak-anak mereka, sayang Rocky selalu menolak, meskipun menyangkut bisnis keluarga kedua orang tua Ayu dan juga bisnis Rocky. Kini Al malah dengan berani nya meniduri adik keponakannya, pikiran Al kacau, dia takut Rocky akan marah, murka padanya. "Bagaimana kalau sih i***t tau??" tanya Al pada Asisten pribadi nya. "Saya, juga tidak tau harus bagaimana!" sahut Evan yang memang benar-benar tidak tau harus apa, apalagi dia sangat jelas tau, Rocky, akan sangat murka, saat menyangkut keponakannya. Hah.. Al membuang napas kasar, pikirannya sangat kalut, Dia dan Rocky sudah bersahabat sejak mereka kecil, tapi bodohnya, Al tidak perna tau keponakan yang sangat sahabatnya lindungi. "Sementara, bersikap lah bodoh" ucap Al dengan sangat lelah dan bingung "Baik tuan" sahut Evan Huuff.. Al kini mendengus, saat dia mengingat betapa ganas dirinya semalam saat bersama dengan Ayu! begitupun dengan Ayu yang sangat ganas, karena pengaruh obat. Al yang tampak lelah, bersalah, dia memberi kode Evan untuk meninggalkannya, Evan yang paham, dia pamit undur diri. "Saya, permisi tuan" Emmm.. Al hanya berdaham, dia tidak berniat mengatakan atau bertanya apapun lagi pada Evan, semua nya sudah cukup jelas saat ini. Al seperti pria b******k, yang suka bermain dengan bocil. "Astaga!!!!" keluh Al Al mengambil ponsel miliknya saat dia mendengar dentingan ponsel miliknya, Al melihat pesan yang di kirim Ayu padanya. Ayu mengatakan ingin Al memesan ruang vip untuk mereka bertemu. "Untuk, apa bocil menyuruh ku memesan ruang vip?? apa dia malu bertemu dengan ku??" batin Al "Ah, sudah lah" batin Al membalas pesan Ayu dengan meng-iyah kan, permintaan Ayu. Al kembali menaruh ponsel miliknya diatas meja, Al kembali mengingat kejadian panas dirinya dengan Ayu semalam! bayangan wajah Ayu di bawanya membuat ular kobra miliknya bangun seketika. Hanya membayangkan wajah cantik, polos Ayu saja sudah membuat Al tidak tahan, Al merasa sangat murahan saat ini! padahal banyak perempuan yang ingin tidur di bawanya, sayang Al tidak tertarik dengan sama sekali. Tapi semalam, saat bersama dengan Ayu! Al tidak bisa menahan hasrat yang keluar, karena godaan Ayu. "Ah, brengsekkkkk" umpat Al frustasi. Dia tidak tau kenapa Ayu sangat membuatnya kehilangan kendali saat bersama! entah sihir apa yang Ayu berikan pada Al yang tidak tersentuh dengan perempuan manapun selama ini, tapi tidak dengan Ayu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN