Al menoleh ke arah pintu vip saat dia mendengar suara pintu ruangan terbuka, Al melihat bocah berpakaian rapi, sopan masuk ke dalam ruang vip yang dia pesan.
Al bisa melihat dengan jelas, Ayu terlihat sangat ceria! tidak ada raut wajah menyesal, tidak ada raut wajah takut, padahal Al sangat jelas tau kalau malam itu, Ayu masih suci.
Ayu bisa menjaga kesuciannya selama ini, meskipun pergaulannya sangat bebas! kalau bukan karena kesalahan Dion, Ayu tidak akan perna melepas kesuciannya untuk pria yang kini masih menatapnya dengan tatapan heran.
"Bagaimana hari kamu??" tanya Al saat setelah dia melihat Ayu mendudukkan dirinya, disalah satu kursi dekat Al.
"Baik!" singkat jelas padat.
Al menautkan kedua alisnya saat mendengar kata baik dari bocah ingusan di depannya! Al mengira kalau Ayu akan terpuruk dan mengaduh pada Rocky sahabat Al.
"Kamu tidak sedih??" Al tidak tahan untuk tidak bertanya melihat Ayu tampak sangat baik-baik saja.
Ayu menoleh ke arah Al dengan tatapan heran, bingung, dan juga tidak paham dengan apa yang dimaksud pria yang belum dia kenal. "Kenapa, aku harus sedih??" tanya Ayu tanpa merasa bersalah dan seolah tidak terjadi sesuatu padanya.
"Sesantai itu??" sahut Al tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar dari bibir pink alami milik Ayu.
"Uncle! uncle, kenapa sih??" heran Ayu
Al menggeser kursi yang dia duduki lebih dekat ke kursi yang Ayu duduki! Al menangkup kedua pipi Ayu dengan menatap Ayu dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Bocah!! apa kamu tidak ingat??" tanya Al dengan pelan.
Al terpesona dengan Ayu yang ada didepan matanya, Al baru menyadari kalau Ayu sangat-sangat cantik, Ayu bahkan tidak pantas disebut remaja saat ini kulit dan wajah nya baby fase.
Al menatap dalam Ayu, dia tidak bisa menahan diri saat bertemu dengan Ayu! bocah ingusan yang mampu membuat Al layaknya gigolo kurang belaian.
Tanpa Al sadari dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ayu, sedangkan Ayu yang juga terpana dengan ketampanan Al, dia hanya diam tanpa menghindari apa yang akan Al lakukan.
Ayu memejamkan mata indahnya saat Al mulai menempelkan bibirnya pada bibir Ayu! Al tidak hanya mencium bibi Ayu dengan sangat beringas.
Ayu dan Al tidak ada yang menyadari kalau kini keduanya larut dalam ciuman! Al sendiri tidak bisa menghentikan tangannya yang tidak tahan untuk tidak menyentuh bagian lain tubuh Ayu.
Al menyerang Ayu tanpa henti, dia menikmati apa yang dia serang saat ini dengan Ayu yang tanpa sadar mengeluarkan suara indahnya, yang mana membuat Al semakin beringas.
Emmm..
Al semakin memperdalam ciuman mereka, dengan salah satu tangan Al menekan leher belakang Ayu, sedangkan Ayu tanpa sadar dia mengalungkan kedua tangannya di leher Al.
Al dan Ayu lupa tujuan awal mereka bertemu, mereka terus berciuman sampai mereka mendengar, suara ketukan pintu dari luar ruang vip.
Tok..
Tok..
Tok..
"Permisi" sapa seseorang diluar pintu ruang vip yang Al pesan untuk bertemu dengan Ayu.
Mendengar ketukan pintu dan suara dari luar ruangan Ayu dan Al langsung saja menarik diri masing-masing, mereka berdua langsung membenarkan penampilan mereka yang sedikit berantakan.
Ghemm..
Al berdahem setelah dia menyadari apa yang dia lakukan baru saja, Al mengerutuki dirinya sendiri saat dia tidak bisa menahan, jiwa prianya saat melihat kecantikan Ayu! sedangkan Ayu dia langsung menyuruh seseorang yang ada di luar ruangan masuk.
"Masuk" ucap Ayu saat setelah dia merapikan penampilannya.
Ceklekk
Dua pelayan masuk ke dalam ruang vip, setelah mereka mendapatkan ijin dari penyewa ruang vip, salah pelayan memberikan buku menu yang mereka bawa. "Kalian mau pesan apa??" tanya pelayan dengan rama.
Al dan Ayu masing-masing membuka buku menu yang diberikan pelayan resto, Ayu dan Al, terlihat salah tingkah saat ini, suasana canggung menyelimuti Al dan Ayu.
Tidak berselang lama Ayu dan Al sudah memilih menu makan siang mereka, salah satu pelayan mencatat pesanan Ayu dan Al. setelah selesai kedua pelayan meninggalkan mereka berdua tanpa ada rasa curiga.
Dua pelayan menduga Ayu dan Al pasangan kakak dan Adik yang meluangkan waktu mereka ditengah kesibukan mereka masing-masing.
Dua pelayan tidak tau saja kalau Ayu dan Al bukan saudara yang seperti mereka kira, bukan hanya itu Ayu dan Al sama-sama hilang kendali saat sebelum mereka datang.
Setelah dua pelayan meninggalkan Ayu dan Al, mereka berdua di landa keheningan, tidak ada yang mengeluarkan suara Al dan Ayu sama-sama merasa canggung
Sampai Ayu mendengar suara dering ponsel miliknya, Ayu mengambil ponsel yang ada diatas meja, Ayu melihat nama sih galak di layar ponsel nya. "Uncle" lirih Ayu.
Ayu mengangkat sambungan telpon dari Rocky! Ayu ingin tau kenapa uncle nya menghubungi diri nya. "Hallo" sapa Ayu dari seberang telpon.
"Kamu di mana??" tanya Rocky diseberang telpon
"Di Resto" sahut jujur Ayu
"Dengan siapa??" Rocky sangat posesif saat menyangkut keponakan nya.
"Bersama dengan teman ku" bohong Ayu
"Kamu jangan bohong uncle melihat dua teman kamu di mall" sahut Rocky
"Tidak!! bukan mereka ada teman ku cowok" sahut Ayu dengan pelan
"Jangan pulang terlalu sore" Peringat Rocky
Emmm..
Rocky mematikan sambungan telponnya, setelah dia mengetahui keponakannya ada di Resto, Rocky sangat percaya dengan Ayu apalagi dia sangat jelas tau kalau Ayu tidak perna membohongi dirinya.
Ayu menaruh kembali ponsel miliknya diatas meja, Ayu kembali diam tidak menolah tidak mengatakan apapun dengan menatap lurus kedepan.
"Siapa??" tanya Al kepo
"Uncle" jujur Ayu
"Emm! kamu disuru pulang??" pancing Al ingin tau apa yang dikatakan Rocky pada Ayu.
"Tidak!" sahut Ayu dengan sangat santai, dia sama sekali tidak merasa takut atau tertekan saat Rocky menghubunginya.
"Lalu??" tanya Al
"Uncle bertanya aku dimana?? sama siapa" jujur Ayu tanpa menutupi apa yang dia katakan dengan Rocky
Emmm..
"Maaf yang baru saja" ucap Al dengan pelan dan masih bisa didengar Ayu.
"Tidak apa" lirih Ayu.
Al dan Ayu kembali di landa keheningan, saat Al tidak lagi mengatakan sesuatu dan Ayu sendiri, tidak tau harus mengatakan apa lagi! Ayu bingung dengan diri nya! dia sudah jelas tau kalau usia nya dan Al sangat berbeda jauh.
Tapi Ayu masih saja mau bertemu dengan Al, Ayu juga larut dalam pertemuan mereka, seolah ada sihir yang Al berikan Ayu padanya.
Al dan Ayu sama-sama larut dalam pikiran masing-masing! sampai makanan yang mereka pesan datang, Al dan Ayu makan siang dengan hikmat, tidak ada obrolan sampai mereka menyelesaikan makan siang masing-masing.
"Terima kasih" ucap Ayu setelah dia benar-benar kenyang
"Sama-sama" sahut Al.
"Apa pacar kamu tidak marah??" tanya Al dengan tiba-tiba
"Aku tidak punya pacar uncle" sahut Ayu dengan menoleh ke arah Al dengan senyum manisnya.
Al lagi-lagi terpesona dengan kecantikan Ayu, kali ini Al benar-benar menahan untuk tidal melakukan apapun pada Ayu. "Apa kita bisa dekat??" tanya Al
"Bisa" singkat jelas padat
"Kamu tidak malu??" tanya Al
"Apa bisa kita menjalin hubungan??" Ayu balik bertanya sesuatu yang mengejutkan Al.
Al tidak percaya dengan apa yang Ayu katakan, Al juga tidak langsung menjawab, pertanyaan Ayu! membuat Ayu merasa dia salah bertanya. "Maaf, bukan maksud ku kurang ajar" ucap Ayu
"Terima kasih! makan siangnya" lanjut Ayu dengan beranjak dari duduknya.
Melihat Ayu beranjak dari duduknya, Al langsung memegang pergelangan tangan Ayu! Al menarik Ayu dengan sedikit kencang membuat Ayu jatuh di pangkuan Al.
Al dengan sangat ganas mencium Ayu yang ada di pangkuannya, Ayu yang awalnya terkejut dia kini mengalungkan kedua tangan nya ke leher Al! mereka berdua kembali berciuman, kali ini ciuman Al bukan hanya sekedar ciuman.
Al kembali menyerang Ayu yang tampak sangat menikmati setiap serangan yang diberikan Al pada Ayu, sedangkan Ayu dia kembali mengeluarkan suara indah yang sangat candu bagi Al.