Memikirkan

1219 Kata
Al menatap langit malam yang sangat indah dengan ditemani sebatang nikotin disela dua jari nya, Al tengah memikirkan sesuatu yang harus nya tidak dia pikirkan. Al mengingat wajah cantik Ayu! Al merasa sangat rindu dengan bocah ingusan yang sudah memporak-porandakan perasaan nya. "Ayu!! kamu bocah ingusan sialan" lirih Al Al tidak bisa berhenti memikirkan Ayu setiap harinya, Al terus saja mengingat suara, tawa, nya yang paling Al sangat ingat adalah dimana Ayu mendesah dibawanya. Al memejamkan mata tajamnya, saat sesuatu dibalik boxer yang dia kenakan meronta, hanya dengan mengingat wajah Ayu pusaka kramat Al bangun dari tidurnya. "Astaga!" kesal Al dengan menghisap sebatang nikotin yang masih menyalah. Al beranjak dari duduknya dengan menekan ujung rok**k ke asbak yang ada diatas meja, Al mematikan putung rok***k yang tadi dia hisap Al melangkah, meninggalkan balkon kamarnya. Al masuk ke dalam kamar pribadi miliknya tujuan Al masuk ke dalam kamar, iya lah kamar mandi. Al yang baru saja mandi dia harus kembali berendam dengan air dingin dimana hari sudah sangat larut malam. Al membuka boxer yang dia kenakan, Al langsung masuk ke dalam bathtub dengan menyalahkan air dingin, Al mulai mendudukkan dirinya di bathtub dengan merasa sangat lelah. Al menyandarkan punggung lelahnya di bathtub dengan memejamkan mata tajamnya, Al merasakan air dingin menusuk kulit tebal nya. "Sialan, kenapa sekarang aku jadi murahan" batin Al Al yang sudah berendam bukannya berhenti memikirkan Ayu yang kini ada di dalam kamarnya tengah mengerjakan sesuatu yang menjadi favoritnya Ayu tengah merakit senjata api. Ayu bukan lah gadis remaja yang bar-bar saja, Ayu juga anggota Mafia yang diketuai Rocky. Ayu tampak seperti remaja pada umumnya, tapi banyak yang tidak diketahui kalau Ayu sangat lah hebat. Diusia Ayu yang masih sangat berlian, Ayu mampu merakit bom, merakit senjata tajam, merakit senjata api, bahkan Rocky sangat tidak percaya dengan keponakannya yang sanget hebat, dia tidak perna menyerah dengan apa yang dia lakukan, bahkan dia perna meledakan gedung belakang Markas saat uji cobanya gagal. Kedua orang tua Ayu selama mereka hidup tidak perna kedua orang tuanya berurusan dengan Anggota atau dunia hitam, tapi tetap saja kehidupan mereka selalu di hantu i musuh. Musuh yang ingin menumbangkan keluarga Ayu, musuh selalu saja ingin membuat perselisihan dengan keluarga Ayu, mereka menganggap Ayu sebagai umpan yang baik untuk menumbangkan keluarganya. Kini setelah kedua orang tuanya meninggal dia ikut dengan sang Uncle untuk membalas dendam siapa saja orang yang sudah ikut campur tangan tewasnya kedua orang tuanya, padahal Rocky sangat mampu mengatasi sendiri, tapi Ayu tidak lah puas dengan Rocky, dia memilih membalas sendiri dengan bantuan Rocky. Ayu sangat lah fokus selama ini, apa yang dia rencanakan tidak perna gagal tapi sayang setelah bertemu dengan sosok pria yang membuat dia merasa nyaman dia juga tidak ingin fokus ke musuhnya saja tapi dia ingin membuka lembaran baru dengan sosok pria yang kini menjadi kekasihnya. Ayu mulai tertarik dengan pria dewasa, diusianya yang terpaut jauh dengan Al, tapi tidak membuat Ayu merasa berhenti merasa nyaman pada Al! Ayu malah meminta kejelasan hubungan mereka tanpa Rocky tau. Sedangkan Rocky dia tidak perna melarang keponakannya pacaran atau menjalin kasih dengan siapa saja! Rocky sangat-sangat peduli dengan sang keponakan, tapi entah bagaimana saat Rocky tau kalau keponakannya punya hubungan khusus dengan sahabat dekatnya. Entah apa yang ada didalam pikiran Ayu saat dia meminta kejelasan hubungan dengan Al, entah apa yang membuat Ayu tertarik dengan pria yang sepadan dengan unclenya. Ayu sendiri tidak merasa risih tidak merasa malu, tidak merasa akan takut di permainkan. Ayu hanya tau kalau saat bersama dengan Al malam itu, dia sangat nyaman, sangat aman, sama saat seperti dia bersama dengan Rocky. Disaat Ayu sangat sibuk dengan rakitan dikedua tangannya, dia mengingat wajah tampan Al. "Apa sih tua bangka sudah tidur yah??" batin Ayu dengan menghentikan pergerakan kedua tangannya. Ayu mengambil ponsel miliknya,Ayu mencari nama "Sih tua" di dalam kontak yang begitu sangat banyak,nomor-nomor anak buah sampai nomor anak buah paman nya, nomor agensi, nomor musuh, nomor seseorang yang akan membantunya dalam segala hal. Ayu menghubungi Al diwaktu yang sudah menunjukan pukul sepertiga hari. dimana Al masih saja berendam didalam bak mandi, Al tidak mengetahui kekasih kecilnya tengah menghubungi dirinya. "Apa, sih tua bangka sudah tidur??" tanya Ayu pada dirinya sendiri. Ayu melihat terakhir dilihat, dimana satu jam yang lalu Al masih aktif. "Ah, mungkin dia sudah tertidur" lirih Ayu dengan kembali menaruh ponselnya. Belum juga sampai Ayu menaruh ponsel miliknya, Ayu melihat layar ponselnya menyalah dilayar depan jelas, terpampang nyata tulisan nama "sih tua". " Aiyah, aku kira tidur" batin Ayu dengan menerima panggilan telpon video call. "Uncle" sapa Ayu "Hay, girl" sapa Al diseberang telpon "Uncle! uncle dimana??" tanya Ayu saat dia melihat dibelakang Al sepertinya Al ada didalam kamar mandi, Ayu hanya ingin memastikan apa yang dia lihat benar. "Didalam kamar mandi, berendam" jujur Al. Ayu menautkan kedua alisnya mendengar apa yang dikatakan Al, Ayu melihat jam yang ada di ponsel miliknya. "Apa, uncle sehat??" tanya Ayu dengan heran. "Tidak!" singkat jelas padat "Uncle, sakit??" Ayu memastikan keadaan Al. "Sangat tersiksa" sahut Al. Ayu merasa heran dengan pria yang ada diseberang ponsel nya, Ayu merasa aneh sakit, tersiksa, lalu bagaimana Al malah berendam dan bukan nya mencari dokter untuk menanganinya Al yang ada diseberang telpon melihat kediaman Ayu membuat pikiran liar nya menjadi. "Girl" panggil Al. "Emm, kenapa??" tanya Ayu "Kenapa, kamu belum tidur??" tanya Al "Hanya belum mengantuk" sahut Ayu "Lalu, kenapa uncle tidak tidur??" tanya Ayu balik. "Pedang uncle ingin dielus, dimasukin, disayang, dimanja" ucap Al dengan membalik kamera miliknya membuat Ayu melihat dengan jelas bagaimana pedang panjang yang sudah membuat nya puas dan ketagihan. Ayu terus menatap pedang milik Al, seolah Ayu ingin memegang, memainkan, merasakan, benda panjang yang dia lihat sangat menggoda. "uncle, kenapa tiba-tiba bangun??" tanya Ayu "Hanya karena mengingat wajah cantik kamu" jujur Al "Bohong" sahut Ayu tidak percaya, bagaimana bisa hanya mengingat tanpa menyentuh bisa bangun dengan sendirinya. "Kamu tidak percaya?? kamu bisa cek girl" tantang Al "Besok pulang sekolah aku akan datang ke Mansion uncle, boleh??" tanya Ayu dengan menatap keindahan yang ada didepan matanya. "Bener kamu datang??" Al menyahut dengan sangat senang. "Tentu saja! aku akan membuat pedang uncle tidur" sahut Ayu tanpa malu. Gemm.. Al berdahem saat mendengar apa yang dikatakan Ayu, Al seketika melupakan segala nya. dia lupa besok akan ada rapat penting dengan klien dari luar Negeri. "Besok uncle jemput ke sekolah mau??" tanya Al dengan semangat. "Boleh" sahut Ayu dengan senyum senyum Ayu membuat burung Al berkedut Al, tidak sabar, ingin bertemu dengan kekasih kecilnya dan bermain dengan Ayu. "Uncle tidak akan mengecewakan kamu" ucap Al lupa dengan siapa Ayu. Emm.. Ayu menganggukkan kepalanya dengan pelan, dia juga tidak sabar bertemu dengan pria yang kini sudah mengisi kekosongan hatinya. apalagi keduanya sudah sama-sama tau, sama-sama mau dan bodohnya, mereka sama-sama cinta, disaat orang terdekat mereka bisa saja tidak suka dan tidak setuju dengan hubungan kedua nya. "Aku matikan dulu uncle" pamit Ayu, setelah pembicaraan singkat dengan Al yang mana membuat Ayu merasa ada sesuatu hal yang tidak bisa dia jelaskan dengan hanya sebuah kata saja. Emm.. "Selamat malam girl" sahut El dengan senyum sangat manis, setelah dia kembali membalik kameranya menghadap wajah tampannya. "Malam" sahut Ayu Ayu mematikan sambungan telpon dengan Al! Ayu beranjak dari duduknya dengan menaruh ponsel canggih miliknya. "Hah, tidur sebentar" batin Ayu dengan melangkah ke arah ranjang miliknya sedangkan Al dia kini sudah tidak lagi berendam.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN