Abigail tidak bisa mengendalikan debaran jantungnya sendiri saat langkah kaki Lucca semakin mendekati pintu kamar mansion pribadinya. Sementara Lucca sendiri, tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya sejak membawanya pergi, nampak begitu tenang tanpa keraguan sedikitpun. Abigail sama sekali tidak tahu kalau dia harus menghadapi Lucca di tempat tidur secepat ini bahkan dalam hitungan menit sejak mengucapkan ikrar pernikahan di depan altar. Biasanya selalu ada perayaan seperti ucapan selamat juga makan malam bersama tapi Lucca malah langsung membawanya ke kamar. Abigail dengan wajah merona memandangi wajah suaminya dari samping. Begitu tampan, tangguh dan berkharisma. Saat pertama kali bertemu dengannya di dermaga hari itu, tidak pernah terbayangkan kalau lelaki jelmaan devil setampan ang

