Duka

2007 Kata

*Membaca Alquran lebih utama* Pagi ini, kabut pekat menyelimuti kediaman orang tua Aji. Rintik hujan sisa kemarin masih satu per satu menetes jatuh ke tanah. Suasana yang sedikit mulai sedikit terasa ramai akibat sanak saudara yang datang memenuhi halaman dan dalam rumah orang tua Aji. Di sudut ruangan, tepatnya di sebelah tubuh yang terbujur kaku Aji merenung. Datu kenyataan yang membawa dirinya seakan berada di dimensi lain. Hari ini tepatnya pukul dua dini hari tadi, sebuah peristiwa yang mampu membuat dunia Aji luluh lantah tak beraturan, di mana ia sendiri yang membimbing sang ayah untuk mengucap dua kalimat syahadat, tepat di depan matanya ia melihat sang ayah menghadapi sakaratul maut. Dan itu mampu membuat jiwa Aji terguncang sampai sekarang. Matanya sedikit demi sedikit meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN